Indonesia Akan Mengarusutamakan Isu Pencurian Ikan dan Kejahatan Lingkungan Lain dalam Forum PBB

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?“Indonesia akan memprioritaskan pencegahan dan pemberantasan illegal, uregulated, unreported fishing, perdagangan satwa liar dan hasil hutan serta pembalakan liar, dalam kerangka kerja sama multilateral di bawah payung Konvensi PBB Menentang Kejahatan Transnasional Terorganisir (UNTOC),” demikian disampaikan oleh Hasan Kleib, Direktur Jenderal Multilateral, Kementerian Luar Negeri pada pembukaan Seminar Nasional Refleksi Presidensi Indonesia pada Konferensi Para Pihak pada Konvensi PBB Menentang Kejahatan Transnasional Terorganisir Serta Tantangan dan Proyeksi ke Depan, yang diadakan di Jakarta, tanggal 26 November 2014.

“Upaya pengarusutamaan kriminalisasi isu-isu ini di tingkat internasional akan diperjuangkan oleh Indonesia menjelang pelaksanaan Crime Congress di Doha tanggal 12-19 April 2015 mendatang.” demikian ditambahkan Hasan Kleib dalam kesempatan tersebut.

Kegiatan seminar nasional yang diselenggarakan bersama antara Direktorat Jenderal Multilateral, Kemlu dengan Kedutaan Besar RI di Wina, juga menghadirkan Duta Besar/Wakil Tetap RI, Rachmat Budiman sebagai narasumber. Disampaikan bahwa kepemimpinan Indonesia berhasil menjaga kesinambungan proses pembentukan mekanisme review implementasi UNTOC dan ketiga Protokolnya, meskipun menghadapi berbagai tantangan. “Pengalaman Indonesia sebagai Presiden Konferensi Para Pihak sesi keenam UNTOC tahun 2012-2014 tesebut menjadi modal untuk semakin memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama internasional untuk memberantas kejahatan transnasional terorganisir yang menjadi prioritas nasional,” ujar Rachmat di sela-sela seminar.

Hadir pula sebagai pembicara Country Manager Programme Office of the United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), Mr. Troels Vester dan Kombes Agus Mustofa dari Bareskrim, Polri. Sementara, Andy Rachmianto, Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata, Kemlu bertindak sebagai moderator.

Kerja sama multilateral pemberantasan kejahatan transnasional terorganisir di bawah payung UNTOC menjadi landasan dan modal (enabler) bagi agenda pembangunan dunia melalui Post-2015 Development Agenda. Selain, melingkupi kejahatan lingkungan, Konvensi ini juga menangani pencegahan dan pemberantasan penyelundupan manusia dan perdagangan orang, pencegahan dan pemberantasan korupsi, perlindungan benda dan cagar budaya dari perdagangan ilegal, pencegahan tindak pidana pencucian uang dan pemeliharaan keamanan siber.



Jakarta, November 2014