Hasil Bali Process Ministerial Conference disosialisasikan di Kantor PBB Wina, Austria

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KBRI/PTRI Wina bekerjasama dengan Perwakilan Tetap Australia di Wina menyelenggarakan acara bertajuk “Bali Process: an Inclusive Regional Cooperation Network and its Role on the Fight against People Smuggling, Trafficking in Persons, and Related Transnational Crime” di Kantor PBB Wina tanggal 14 April 2011 yang dihadiri oleh lebih dari 40 perwakilan dari negara-negara PBB di Wina, serta perwakilan dari organisasi internasional seperti UNODC, Geneva Forum on Migration and Development (GFMD) dan Budapest Process.
 
Acara ini diselenggarakan untuk mensosialisasikan kerangka kerjasama regional penanganan kejahatan penyelundupan manusia dan perdagangan orang Bali Process, khususnya hasil Bali Regional Ministerial Conference on People Smuggling, Trafficking in Persons, and Related Transnational Crime keempat (BRMC IV) yang diselenggarakan di Bali, 29-30 Maret 2011.
 
Bertindak sebagai narasumber adalah Dubes/Watapri Wina I Gusti Agung Wesaka Puja, Dubes/Watap Australia Michael Potts, dan Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata (KIPS), Kementerian Luar Negeri Febrian Ruddyard.
 
Dubes Wesaka Puja menyampaikan tujuan penyelenggaraan acara ini antara lain untuk memperkenalkan Bali Process sebagai mekanisme regional dalam penanganan masalah penyelundupan manusia dan perdagangan orang di kawasan Asia-Pasifik. Dari acara ini diharapkan dapat dijalin kerjasama Bali Process dengan mekanisme serupa di kawasan lain dan dengan United Nations Office for Drugs and Crime (UNODC).
 
Dubes Michael Potts antara lain menyampaikan latar belakang dan peran Bali Process di kawasan. Sebelum ditugaskan di Wina, Dubes Potts merupakan Dubes Urusan Penyelundupan Manusia dan beberapa kali menjadi Co-Chair Bali Process SOM.
 
Sedangkan Direktur KIPS Kemlu menyampaikan empat hasil utama BRMC IV yaitu (1) kesepakatan untuk menerima hasil kerja dan memperpanjang mandat Ad Hoc Group; (2) kesepakatan untuk membentuk sebuah regional cooperation framework; (3) kesepakatan untuk meningkatkan kerjasama penanganan trafficking in persons atau perdagangan orang; dan (4) kesepakatan untuk merintis kerjasama dengan mekanisme serupa di kawasan lain.
 
Acara diselenggarakan pada tanggal 14 April 2011 di sela-sela penyelenggaraan 20th Session of Commission on Crime Prevention and Criminal Justice (CCPCJ) di Vienna International Center, Austria. (sumber : KBRI Wina)
 
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Spica A. Tutuhatunewa,
Sekretaris Pertama Kedutaan Besar/Perwakilan Tetap RI Wina, Austria
Email: spica@deplu.go.id
HP. +43 676 416 2505