INDONESIA LABORATORIUM TERBAIK BAGI KAJIAN CONFLICT PREVENTION AND RESOLUTION

4/1/2011

 
"Indonesia adalah salah satu laboratorium terbaik bagi kajian conflict prevention and resolution". Pernyataan tersebut mengemuka dari para mahasiswa European Peace University (EPU) di Burg Schlaining, 120 km Selatan kota Wina, Austria, pada kesempatan kuliah umum dan diskusi dengan Duta Besar/Watap RI Wina, I Gusti Agung Wesaka Puja, pada tanggal 2 Maret 2011. Kuliah umum itu sendiri mengambil tema "Conflict Resolution in Indonesia and Sharing of Experience on Aceh Peace Process". Dalam kuliah tersebut Duta Besar Puja menyampaikan mengenai akar dari berbagai konflik di Indonesia serta kebijakan dan pendekatan umum yang diterapkan Pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan konflik-konflik tersebut melalui cara-cara damai, khususnya pada era pasca reformasi. Duta Besar Puja juga menyampaikan pengalaman pribadinya terlibat langsung dalam tim negosiasi bagi Perundingan Damai Aceh, sejak tahun 2000 sampai dengan 2005, termasuk berbagai pelajaran yang dapat diambil dari proses tersebut. Para mahasiswa sangat antusias dengan kuliah tersebut, baik karena substansinya maupun penyampaiannya yang diselingi dengan pemutaran beberapa video dokumenter;
Selain menyampaikan kuliah umum bagi mahasiswa program magister peace and conflict studies EPU yang tahun ini berasal dari 14 negara, Duta Besar Puja juga berkesempatan menyampaikan sumbangan sejumlah buku mengenai conflict prevention and resolution di Indonesia kepada Peace Library yang juga dikelola oleh EPU. Kunjungan ke EPU tersebut juga dimanfaatkan untuk mempromosikan budaya Indonesia dalam bentuk pertunjukan tarian dan sajian makanan khas Indonesia.
Pada kesempatan kunjungan tersebut Duta Besar Puja juga melakukan pertemuan dengan pengelola EPU guna menjajaki lebih jauh peluang kerjasama di masa mendatang. Diatara hal-hal yang dijajaki antara lain kemungkinan kerjasama EPU dengan Institute for Peace and Democracy/Bali Democracy Forum, kemungkinan kerjasama dengan universitas-universitas di Indonesia, kemungkinan mendatangkan para ahli peace and conflict studies dari Indonesia, serta kemungkinan pemberian biasiswa bagi mahasiswa Indonesia.
Profil EPU
EPU adalah satu-satunya universitas swasta di Eropa yang mengkhususkan kajiannya pada isu Peace & Conflict Studies, European Peace & Security Studies and Peace Building. EPU didirikan bersama pada tahun 1988 oleh the Austrian Study Center for Peace and Conflict Resolution (ASPR), Austrian UNESCO Commission dan Komisi-Komisi Nasional UNESCO di Eropa Barat dan Timur. Hingga saat ini EPU sudah menelurkan 2000 alumni program magister, tersebar di 44 negara, termasuk 18 orang dari Indonesia.
EPU berlokasi di kota Burg Schlaining yang dianggap sebagai Kota Perdamaian karena sejak Abad Pertengahan tidak pernah terjadi pertumbahan darah meskipun berada diantara negara-negara yang bermusuhan. Pusat kegiatan EPU berlangsung di gedung utama yaitu Haus International, sebuah gedung modern dengan fasilitas pendukung yang lengkap, serta di Kastil Burg Schlaining yang dibangun pada abad ke-13.
Pada tahun 1995 EPU dianugerahi UNESCO Prize for Peace Education. Pada tahun 1996, UNESCO Chair for Peace, Human Right and Democracy didirikan di EPU dengan Dr. Gerald Mader sebagai Chairholder. Sebagai catatan tambahan disampaikan bahwa EPU (Kastil Burg Schlaining) pada bulan Juni 1995 menjadi tempat penyelenggaraan pertama All-inclusive Intra-east Timorese Dialogue (AETD) yang diprakarsai Sekjen PBB bagi penyelesaian isu Timor Timur. Pertemuan tersebut menghasilkan "Burg Schlaining Declaration" yang menjadi roadmap bagi kegiatan serupa selanjutnya. Pada bulan Maret 1996, kota ini kembali menjadi tempat berlangsungnya pertemuan putaran kedua yang dihadiri 29 orang Timor Timur.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Lalu M. Iqbal
Sekretaris Pertama
Kedutaan Besar/Perwakilan Tetap RI Wina, Austria
Email: lalu.iqbal@kbriwina.at
HP. +43 676 7883011