DUTA BESAR RACHMAT BUDIMAN SERAHKAN SURAT KEPERCAYAAN WAKIL TETAP RI DI WINA UNTUK AKADEMI ANTI-KORUPSI INTERNASIONAL


Pada tanggal 15 Oktober 2015 bertempat di Markas the International Anti-Corruption Academy (IACA) Laxenburg, Austria, telah dilaksanakan penyerahan credentials (surat kepercayaan) Dubes RI Wina selaku Wakil Tetap RI yang terakreditasi pada Akademi Anti-Korupsi Internasional (IACA) kepada Martin Kreutner (Dean and Executive Secretary IACA).

Pada acara yang berlangsung sederhana namun khidmat tersebut, Duta Besar Rachmat Budiman menyampaikan pentingnya akreditasi bagi Watapri untuk IACA akan semakin menunjang pelaksanaan mandat secara penuh, utamanya dalam mendukung dan mempermudah penanganan kerjasama dan koordinasi dengan IACA secara lebih efektif, termasuk mengantisipasi berbagai pertemuan penting IACA seperti Assembly of Parties.

Selain itu, akreditasi ini juga menunjukkan komitmen nyata Indonesia dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi yang merupakan salah satu prioritas nasional Pemri di bawah Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pihak IACA menyampaikan penghargaan atas penyerahan surat kepercayaan Dubes RI sebagi Wakil Tetap RI untuk IACA. Momentum ini diharapkan dapat semakin memperkuat kerjasama Indonesia dan IACA. Setelah acara, dilaksanakan pertemuan guna membahas beberapa perkembangan pokok terkait persiapan 4th Assembly of Parties dan update pelaksanaan berbagai program baik standardized maupun taylor-made program IACA.

IACA adalah organisasi internasional yang dibentuk sebagai wadah kerjasama peningkatan kapasitas bagi aparat lembaga pencegahan dan pemberantasan korupsi. IACA dibentuk sebagai hasil inisiatif bersama United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), Pemerintah Austria dan European Anti-Fraud Office (OLAF) dan para pemangku kepentingan lainnya. Dalam kegiatannya, IACA bertindak selaku centre of excellence independen dengan menyediakan pendidikan, pelatihan, pembentukan jejaring dan kerjasama, termasuk penelitian ilmiah dalam bidang pemberantasan korupsi.

IACA didirikan melalui Persetujuan Pendirian IACA. Hingga tanggal 26 Maret 2015, sebanyak 64 negara telah meratifikasi dan 53 negara menandatangani Perjanjian IACA. Indonesia merupakan salah satu founding members IACA dan tercatat sebagai Negara Pihak ke-49 pada Persetujuan Pendirian IACA.


Wina, 15 Oktober 2015