Menpora RI dan Gubernur Propinsi Sandaun PNG Lepas Pelari 10 K di Perbatasan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?Tembakan pistol ke udara secara bergantian dilakukan oleh Menpora RI Roy Suryo dan Gubernur Sandaun Hon. Amkat Mai ketika  melepas 400 pelari dari Jayapura dan PNG pada acara 10 K di Perbatasan RI-PNG Skouw-Wutung, Rabu 30 Oktober 2013.  Menpora melepas pelari putara dan Gubernur Sandauan beserta Gubernur Madang bersama-sama melepas pelari Putri.

 

Turut Hadir menyaksikan acara pelepasan para pelari di KM 5 Jayapura arah Perbatasan RI-PNG tersebut adalah Wakil Gubernur Papua, Pangdam XVII Cenderawasih, jajaran Pemprov Papua, Duta Besar RI Port Moresby dan Konsul RI Vanimo Jahar Gultom sebagai Ketua Panitia Lomba. Sedangkan dari PNG selain Gubernur Amkat Mai adalah Gubernur Propinsi Madang Hon. Jim Kas dan Pejabat Tinggi Kementerian Olah Raga PNG. Masyarakat perbatasan Kedua Negara juga beramai-ramai menyaksikan acara lomba lari 10 K tersebut.

 

Menpora RI dalam sambutan pembuka menyampaikan bahwa Ia sangat bangga dan senang atas kegiatan Lomba Lari yang melibatkan partisipasi masyarakat kedua negara yang memiliki ikatan persaudaraan. “Bapak Presiden RI menitip salam untuk para pelari dan seluruh masyarakat PNG” memberi semangat kepada pelari.Partisipasi masyarakat dan pelajar dari kedua negara dalam ajang lomba menunjukan adanya kesamaan antara Indonesia dan PNG yaitu bhineka tunggal ika.

 

Sementara itu Gubernur Amkat Mai menyampaikan bahwa 10 K di perbatasan ini memperkokoh hububungan baik antara RI dan PNG yang perlu terus dilaksanakan. Konsul RI di Vanimo, Jahar Gultom dalam laporan singkat menyampaikan bahwa lomba lari 10 K mendapat dukungan dari pemprop Papua dan Pemprop Sandaun dalam memperkuat interakasi antar masyarakat di perbatasan kedua negara.

 

Selama berada di Perbatasan RI-PNG, Menpora dan rombonagan didampingi oleh Wagub Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih meninjau Pos Lintas batas dan no man’s land area. Kemdudian didampingi  Gubernur Sandaun dan Gubernur Madang, Menpora juga berkunjung ke Vanimo (ke Konsulat RI Vanimo).  “Ini kunjungan saya yang kedua ke Vanimo; kunjungan pertama ketika menjadi anggota Komsi I bersama anggota Dewan”.

 

Selama di perbatasan Menpora juga menyaksikan acara penyerahan hadiah bagi para pememenang lomba  dan pagelaran budaya tarian dari Papua dan Tarian dari Pulau Manus PNG yang diadakan di lapangan pasar batas Skouw. Hadir pula dalam acara penyerahan hadiah kepada pemenang adalah Sir Michael Somare, mantan Perdana Menteri PNG yang dikenal pula sebagai Bapak bangsa PNG.

 

Lomba lari 10 K Perbatasan RI-PNG dimenangkan oleh :

- Kategori Umum Putra Juara 1 : Jenius Wenpo Papua-Indonesia) hadiah trophy dan uang Rp. 7 Juta, Juara 2 : Hanafi (Prop Papua) hadiah trophy dan uang tunai Rp. 6 juta dan Juara 3 Sarinus Kadam hadiah trophy dan uang tunai Rp. 5 Juta.

 

- Kategori Umum Putri Juara  1  Batseba Kuadi, pelari Papua-Indonesia hadiah trophy dan uang Rp. 7 Juta, Juara 2 :  Vegge Manori  (prop Papua) hadiah trophy dan uang tunai Rp. 6 juta dan Juara 3 Maria Kualepa hadiah trophy dan uang tunai Rp. 5 Juta. Di nomor lari umum putri ini, pelari PNG asal Vanimo meraih juara Harapan 1 atas nama Rovina Maho.

 

- Kategori Pelajar Putra Juara 1 : Ananias Yando  Papua-Indonesia hadiah trophy dan uang Rp.4 Juta, Juara 2 : Hartaban Nunaki  (prop Papua) hadiah trophy dan uang tunai Rp. 3 juta dan Juara 3 Onesimus asaribab  hadiah trophy dan uang tunai Rp. 2,5 Juta. Pelari PNG asal Vanimo dalam kategori pelajar putra meraih juara harapan kedua atas nama Suni Kamaso.

 

- Kategori Pelajar Putri Juara 1 Laura Windri pelari asal  Papua-Indonesia hadiah trophy dan uang Rp.4 Juta, Juara 2 Korina Asaribab (Prop Papua)  hadiah trophy dan uang tunai Rp. 3 juta  dan Juara 3   Jenevie (PNG asal Vanimo) hadiah trophy dan uang tunai Rp. 2,5 Juta.

 

Acara lomba lari 10 K dan penyerahan hadiah kepada para pemenang yang dihadiri  Menpora dan Ibu Roy Suro berlangsung meriah dan sukses dengan mendapat dukungan penuh dari aparat keamanan polisi dan TNI serta dukungan masyarakat Indonesia di perbatasan. (Sumber : KJRI Vanimo)