KONSULAT RI VANIMO BANTU PULANGKAN KAPAL MOTOR JABAL RAHMAH DAN AWAK KAPAL YANG TERDAMPAR DI PERAIRAN PNG

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 



?

Pada hari Kamis tgl 13 Maret 2014 KLM Jabal Rahma dengan Kapten Mansur disertai 6 orang WNI nakhoda kapal tiba di Pelabuhan Vanimo dari Wewak - East Sepik Province setelah menempuh perjalanan sekitar 18 Jam. PF Sosbudpen dan Staf Konsulat ikut menjemput Kapten kapal bernama Mansur dan 6 nakhoda (WNI) dengan menggunakan boat di tengah laut. Kapten kapal dan nakhoda kemudian kami antar ke Konsulat untuk beristirahat dan pada saat yang yang sama Konsulat menguruskan semua perijinan yang terkait dengan sandarnya kapal dan nakoda ke instansi terkait di Vanimo seperti otoritas pelabuhan, Polisi, bea cukai dan keimigrasian setempat.

 Selama nakoda KLM Jabal Rahma berada di Konsulat Vanimo, diserahkan bantuan  Konsulat berupa makanan dan minuman serta makan siang. Konsulat juga memberikan bantuan pengganti bahan bakar guna meneruskan kepulangan perjalanan dari Vanimo ke Jayapura. Reporter Radio Elhinta Jakarta juga mewawancarai PF Sosbud dan Kapten kapal melalui telepon, yang menanyakan kondisi warga Indonesia yang ada di kapal, upaya penyelamatan dan bantuan yang diberikan Konsulat RI Vanimo.

 Musibah Kapal bermula  tgl 16 Januari 2014  dengan 7 WNI di dalamnya mengangkut sembako dan bahan bakar (berat 31 ton)  dari Biak ke Mambramo; namun di tengah perjalanan, kapal mengalami kerusakan mesin dan akhirnya terseret arus sampai ke Kimbey Western New Britain Province PNG. Tgl 22 Januari  2014 kapal diselamatkan oleh Kapal berbendera Philipina “Jan Janice” yang kemudian menarik Jabal Rahma ke Wewak untuk diperbaiki. Kapal tiba di perairan Wewak tgl 5 Pebruari. Setelah perbaikan mesin di Wewak, kapal mencoba berlayar kembali sebanyak 4 kali ke Vanimo melalui Aitape, namun selalu gagal karena cuaca sangat buruk dan kondisi kapal dengan muatan yang banyak. Baru pada tgl 13 Maret 2014 KLM Jabal Rahma berlayar dan tiba dengan selamat di Pelabuhan Vanimo. Vide laporan kami sebelumnya, Kapal Philipina “Jan Janice” juga telah menyelamatkan 2 WNI yang terombang ambing di laut dan  dititipkan di KLM Jabal Rahma. Pada tgl  7 Maret 2014 dua  WNI dengan kondisi sakit ini telah kami  bantu pulangkan dari Wewak ke Vanimo (dengan pesawat terbang), untuk kemudian meneruskan perjalanan ke Jayapura melalui batas.

Pada Hari Jumat, tgl 14 Maret 2014 Pukul 7 pagi, KLM Jabal Rahma dari Pelabuhan Vanimo berlayar ke Jayapura. PF Sosbud dan seorang PS KRI Vanimo turut ikut memandu kapal berlayar dari Vanimo ke Jayapura. Perjalanan menelusuri perairan perbatasan Jayapura-Vanimo dengan jarak tempuh 6 Jam. Di tengah perjalanan laut (di sekitar Koya Papua-Indonesia) KLM Jabal Rahma sempat mengalami mogok mesin sekitar 10 menit; namun dapat diperbaiki kembali. Sekitar Pukul 13.00 waktu Jayapura KLM Jabal Rahma tiba di Pelabuhan kapal barang Apeo Jayapura.

Konsul RI Vanimo yang sedang barada di Jayapura menghadiri Kegiatan Special BLOM (Border Liaison Officer Meeting) kemudian menyerahkan 7 WNI Indonesia awak kapal Jabal Rahma ini kepada Kepala Badan Perbatasan Propinsi Papua bertempat di halaman Pelabuhan Apeo Jayapura. Kedatangan KLM Jabal Rahma dan acara penyerahan warga ke Badan Perbatasan Papua, diliput wartawan nasional dan lokal termasuk Metro TV dan TV One, yang sejak awal menantikan kedatangan kapal di pelabuhan Apeo Jayapura.

Informasi dari Kapten kapal, bahwa KLM Jabal Rahma sandar di Pelabuhan Apeo Jayapura beberapa hari untuk menjalani perbaikan mesin dan geladak kapal. Setelah menjalani perbaikan, kapal nantinya akan melanjutkan perjalanan ke Biak.