Festival Pinang RI-PNG : Merajut Tradisi Leluhur dan Mempererat Hubungan di Perbatasan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam rangka mempererat hubungan antara RI-PNG khususnya interaksi masyarakat yang memupuk saling pengertian di perbatasan RI-PNG Konsulat RI Vanimo bekerjasama Pemkot Jayapura (Badan Perbatasan Kota jayapura) akan menyelenggarakan Festival Budaya Festival Pinang (Buai Festival) bertempat di Marketing Point Skouw Perbatasan RI-PNG, Sabtu tgl 15 Juni 2013.

 

Festival Pinang yang digagas KRI Vanimo ini dilaksanakan dengan dasar pemikiran bahwa makan pinang merupakan tradisi dalam masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Papua. Demikian juga tradisi makan pinang ini juga tumbuh dalam  masyarakat PNG; memiliki nilai yang sama sebagai perekat kekeluargaan, solidaritas dan perekat persaudaraan (pertemanan).

 

Karena budaya makan pinang tumbuh dalam  aktivitas masyarakat sehari-hari perlu terus dijaga sebagai bagian dalam tatanan masyarakat, namun  demikian, perlu diberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai perlunya menjaga kebersihan, larangan meludah dan membuang ampas pinang di sembarang tempat. Dengan tambahan pemahaman tersebut terbangun kesadaran warga untuk tetap menjaga kebersihan dan keindahan kota.

 

Acara Festival sengaja dipilih di perbatasan RI-PNG mengingat perbatasan RI-PNG ini khususnya dengan kehadiran Marketing Point Perbatasan; berkembang terus. Untuk itu perlu dibangun  saling pengertian dan saling menghargai antar warga masyarakat kedua Negara di perbatasan. “Dengan duduk bersama (makan pinang bersama) antara masyarakat Papua dan masyarakat Propinsi Sandaun di perbatasan diharapkan benturan-benturan tidak akan terjadi dikemudian hari, karena warga masyarakat  kedua negara akan saling mengenal. Dengan demikian kita berharap kawasan perbatasan RI-PNG ini  yang selama ini memiliki dinamika dapat menjadi kawasan yang aman dan damai”.

 

Dalam acara festival pinang, dari Dinas Kesehatan Propinsi Papua akan mendemonstrasikan cara-cara ideal dari sisi kesehatan memulai makan pinang antara lain membersihkan kulit pinang dan mencuci tangan terlebih dahulu. Dengan demontrasi ini diharapkan semakin terbangun kesadaran arti penting menjaga kebersihan dalam makanan untuk kesehatan tubuh.

 

Sedangkan yang terkait dengan pertandingan, peserta lomba Pinang (yang akan diikuti 100 orang warga masyarakat Vanimo dan 100 orang warga masyarakat Muara Tami Jayapura) akan diuji kebolehan kecepatan membuka pinang dengan mulut tanpa dibantu alat sama sekali. “Peserta lomba sementara dibatasi, namun jumlah peserta ini akan terus bertambah seiring dengan besarnya animo Masyarakat baik dari Papua maupun dari warga masyarakat di Vanimo yang ingin berpartisiapasi dan menyaksikan Acara Festival Pinang ini”.

 

Direncanakan Walikota Jayapura dan Gubernur Propinsi Sandaun akan hadir dan membuka resmi Acara Festival Pinang yang juga akan diisi dengan pagelaran budaya (tari-tarian) dan musik baik dari Papua maupun dari Propinsi Sandaun-PNG. Hadiah-hadiah kepada pemenang dan undian berhadiah juga disediakan Panitia. (Sumber : KJRI Vanimo)