Pagelaran Gamelan Victoria dan Fund Raising untuk Sumatera Barat

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Melengkapi kepedulian masyarakat Indonesia dan masyarakat Kanada di wilayah Kanada Barat, seniman Victoria dan seniman Indonesia yang berada di Victoria mengadakan pagelaran kolaborasi gamelan berjudul “Inspired by Java” di sebuah gedung gereja di pusat kota Victoria, pada 6 Desember 2009. Pertunjukan tersebut juga digunakan untuk menggalang dana bagi korban gempa di Sumbar melalui lelang barang-barang seni. Selain gamelan, acara tersebut dimeriahkan oleh seniman jazz papan atas kota Victoria serta musik Persia dan suku asli Kanada. Beberapa staf pengajar Victoria University dari jurusan sastra Indonesia, yakni Prof. Astri Wright juga ikut hadir, bahkan Dr. Michael Bodden, staf pengajar sastra Indonesia di Uvic juga ikut menjadi pemain gamelan. Mayoritas pengunjung yang hadir malam itu adalah para masyarakat Kanada.
 
Gedung gereja yang berkapasitas sekitar 400 orang tersebut penuh dengan pengunjung yang membayar tiket masuk sebesar $15.00. Keuntungan dari penjualan tiket tersebut rencananya akan disumbangkan untuk korban gempa di Sumatera Barat melalui Red Cross Canada. Dalam sambutan pembukaanya, Konsul Pensosbud KJRI Vancouver yang mewakili Acting Kojen RI antara lain menyambut baik penyelenggaraan kolaborasi seniman barat, Persia, suku Asli Kanada dan Indonesia dalam satu paket berjudul “Inspired by Java”. Pertunjukan yang sekaligus fund raising untuk korban Gempa Sumatera Barat merupakan bentuk solidaritas masyarakat Kanada terhadap korban gempa di Sumatera Barat yang juga sekaligus merupakan cerminan semakin baiknya hubungan Indonesia dan Kanada, khususnya di Greater Victoria.
 
Pada sesi pertama selama 45 menit ditampilkan kesenian suku asli Kanada, musik Persia dan musik Jazz dari musisi Jazz papan atas Victoria BC. Gamelan Jawa dijadikan acara puncak di sesi kedua dengan menampilkan berbagai gending dan tari Jawa yang dimotori oleh Sdr. Sutrisno Hartana, seniman Jawa yang berdomisili di BC dan saat ini menempuh pendidikan S3 di University of Victoria. Di puncak acara dipertunjukkan kolaborasi musik gamelan, musik Jazz, dan musik suku asli Kanada dalam satu paket lagu. Kolaborasi yang manis tersebut mendapat sambutan dan standing ovation beberapa saat dari pengunjung, karena selain menarik, kolaborasi tersebut juga mempertontonkan perpaduan budaya barat(Jazz), timur tengah (Persia), timur (Indonesia) dan suku asli Kanada, yang mungkin baru pertama kalinya dilakukan di kawasan Amerika Utara.