Investor Asing Menyambut Baik Rencana Kebijakan Yang Baru

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Para investor asing menyambut baik rencana Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang berupaya mendorong perubahan "Daftar Negatif Investasi," yang membatasi kepemilikan asing di sejumlah sektor.

Gita Wirjawan, Ketua BKPM, mengatakan pada hari Senin bahwa pemerintah sedang menyelesaikan revisi yang akan membuka lima sektor untuk investasi asing, dan itu diharapkan akan selesai dalam waktu dua bulan.

Sektor-sektor tersebut adalah pendidikan, telekomunikasi, jasa kurir dan logistik, industri kreatif dan kesehatan.

Berdasarkan hasil revisi tersebut, investor asing akan bisa mengambil alih kepemilikan saham di perusahaan-perusahaan di lima sektor tersebut.

Sebagai contoh, Gita mengatakan bahwa perusahaan asing akan segera diizinkan untuk mengambil maksimum 67 persen saham di rumah sakit dan fasilitas perawatan kesehatan lainnya di seluruh tanah air, setelah sebelumnya dibatasi hanya di Medan dan Surabaya.

Gita mengatakan hal ini akan mengurangi jumlah warga Indonesia yang mencari perawatan medis di luar negeri, dan meningkatkan pendapatan bangsa.

Dalam jangka panjang, ia berharap akan terjadi transfer pengetahuan dari pekerja kesehatan asing kepada pekerja kesehatan indonesia.

Kepemilikan asing di sektor industri film dan logistik akan dibatasi hingga 49 persen.

Di sektor pendidikan, pemerintah akan medirikan sebuah badan untuk menggantikan Badan Hukum Pendidikan (BHP). Investor asing akan diizinkan untuk menanamkan modal mereka melalui institusi tersebut, yang akan mengelola sekolah-sekolah swasta dan pelayanan-pelayanan pendidikan.

Di sektor telekomunikasi, masih ada perdebatan dalam tubuh Menkominfo tentang pemberian iwin pembelian menara telekomunikasi selular dan infrastruktur lainnya oleh investor asing.

Gita berjanji untuk menemukan "solusi terbaik" untuk sektor ini.

Untuk tahun 2010, Gita telah menetapkan target investasi minimal $ 5 miliar, dan target $ 33 miliar selama lima tahun.

"Saya tidak berharap menarik puluhan proyek [kecil], tapi yang besar yang dapat mencapai $ 1 miliar," kata Gita.


(Sumber: thejakartaglobe.com)