Indonesia Tetap Akan Lindungi Pasar Lokal

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Menteri Perdagangan Indonesia, Mari Elka Pangestu, akhir pekan lalu mengatakan bahwa tidak ada opsi untuk penundaan pelaksanaan ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA), dan bahwa Indonesia harus bergantung pada metode lain untuk melindungi pasar domestik dan membatasi dampak negatif terhadap perusahaan-perusahaan dan pekerja lokal.

"Kami telah menyiapkan sebuah tim untuk mempelajari dan mengevaluasi semuanya. Yang penting adalah bagaimana meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia, "kata Mari pada hari Sabtu.

"Hal berikutnya yang harus kita pikirkan adalah bagaimana melindungi pasar dalam negeri karena kita harus memastikan bahwa produk-produk yang beredar di pasar memenuhi standar dan tidak membahayakan konsumen," katanya.

ACFTA, yang mulai diberlakukan pada 1 Januari, menciptakan wilayah perdagangan bebas terbesar ketiga di dunia dengan jumlah penduduk 1,9 milyar, gabungan produk domestik bruto sebesar US $ 6.6 triliun dan total perdagangan senilai US $ 4.3 triliun.

Mari mengatakan bahwa kesepakatan itu akan berdampak baik bagi para eksportir lokal dan akan membawa investasi langsung asing yang sangat dibutuhkan dari perusahaan-perusahaan Cina.

Departemen Perdagangan juga telah mengambil langkah-langkah positif dengan mendorong penggunaan produk lokal sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2009. Berdasarkan instruksi ini, semua lembaga pemerintah, termasuk perusahaan milik negara dan daerah, harus memberikan prioritas kepada produk-produk lokal dalam pembelian mereka.

Departemen Perdagangan juga akan terus menggalakkan kampanye "cinta produk Indonesia", Mari menambahkan.

(Sumber: thejakartaglobe.com)