Indonesia Economic Briefing


Pada hari Kamis, 14 Mei 2015,
bertempat di Gedung UTICA (Union Tunisienne Industrie Commerce and ArtisanatAsosiasi Pengusaha Tunisia), Tunis, telah diselenggarakan paparan dan dialog interaktif  Indonesia Economic Briefing dengan tema Export and Invest in Indonesia, yang dimaksudkan untuk mempromosikan peluang investasi dan perdagangan di Indonesia dan Tunisia.

Acara yang diselenggarakan bekerja sama dengan UTICA ini dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Tunisia, Ronny Yuliantoro; Duta Besar RI untuk Libya, Raudin Anwar; Direktur Pemberdayaan Usaha BKPM,  Pratito Soeharyo; serta wakil sejumlah  perusahaan Indonesia antara lain Medco Energi, PT. Multistrada Arah Sarana, dan PT Bio Farma. Turut hadir perwakilan UTICA; Mohsen Boujbel dan Mehres Ben Rhouma; Ketua Tunisia-Indonesia Business Association (TIBA), Khaled Djelassi; serta media massa dan 80 pengusaha Tunisia dari berbagai sektor seperti energi, pertambangan, otomotif, perikanan, jasa dan perdagangan.

Dalam sambutannya, Dubes Ronny Yuliantoro menyampaikan paparan singkat mengenai berbagai potensi Indonesia dan kebijakan ekonomi Pemerintah Indonesia yang membuka peluang luas bagi pengusaha Indonesia untuk melakukan kegiatan di Indonesia, baik investasi maupun perdagangan. Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia terus tumbuh menjadi salah satu negara industri dalam jajaran negara G-20 dengan aset sumber daya manusia dan sumber daya alam yang melimpah.

Sementara wakil BKPM, Pratito Suharyo, menyampaikan paparan mengenai situasi perekonomian Indonesia dan hubungan perdagangan kedua negara saat ini serta peluang investasi di berbagai sektor di Indonesia, antara lain sektor energi.

Saat ini Pemerintah Indonesia mentargetkan menambah kapasitas listrik sebanyak 35 ribu MW yang membuka peluang bagi investor Tunisia yang selama ini bergerak di bidang energi. Potensi investasi di sektor energi terbuka lebar seiring dengan rencana Kementerian Koordinator bidang  Perekonomian yang akan membentuk tim khusus untuk memfasilitasi investasi swasta.

Pratito menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia saat ini memberi berbagai kemudahan dan fasilitasi untuk investasi asing, termasuk diantaranya One Stop Service di BKPM, dan mengundang pengusaha Tunisia untuk menanamkan modalnya di Indonesia serta memanfaatkan pasar Indonesia dan ASEAN yang besar.


Sebagai salah satu pengusaha Tunisia yang telah aktif melakukan bisnis di Indonesia selama lebih dari 15 tahun, Mohsen Boujbel, yang merupakan salah satu eksportir Tunisia terbesar ke Indonesia, menyampaikan berbagai pengalaman dan best practices dalam mengembangkan usahanya di Indonesia. Sementara itu, Mr. Khaled Djelassi mendorong pengusaha Tunisia untuk memanfaatkan TIBA dalam mengembangkan bisnis di Indonesia, maupun sebaliknya.
 
Dalam diskusi interaktif yang dilaksanakan di akhir acara, Dubes Ronny Yuliantoro menegaskan kembali komitmen KBRI untuk mengembangkan hubungan ekonomi Indonesia dengan Tunisia. Untuk mendukung hal tersebut, KBRI Tunis menawarkan one-hour-service bagi para pengusaha Tunisia yang akan berkunjung ke Indonesia, di luar alternatif Visa on Arrival/VoA yang telah berlaku bagi warga negara Tunisia. (HP/WI/GJ)