Dubes AS Memuji Indonesia Atas Pengiriman Bantuan Ke Haiti

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Duta Besar AS untuk Indonesia Cameron R. Hume telah memuji pemerintah Indonesia atas pengiriman bantuan untuk gempa bumi Haiti.

"Minggu ini Indonesia telah melakukan kontribusi yang sangat murah hati kepada rakyat Haiti yang sedang sangat membutuhkan. Uluran tangan Indonesia ini bukanlah sekadar basa-basi. Ini adalah tindakan kepemimpinan yang signifikan", demikian dikatakannya dalam pernyataan yang dimuat di situs resmi Kedutaan Besar AS di Jakarta, Senin.

Bantuan kepada Haiti ini, dalam banyak aspek, dapat disejajarkan dengan komitmen Indonesia untuk memerangi perubahan iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca, komitmen yang mana telah memicu janji-janji positif dari berbagai negara, katanya.

"Indonesia sedang memainkan peran kunci dalam menciptakan komunitas dunia yang siap menjawab tantangan abad 21," katanya.

Hume menambahkan, adalah takdir bahwa letak geografi yang unik menjadikan Indonesia rentan terhadap berbagai bencana alam. Tsunami Aceh lima tahun yang lalu mengguratkan kesan yang tak terhapuskan di seluruh dunia, tetapi kejadian-kejadian lain seperti gempa bumi di Jawa Barat dan Padang yang baru terjadi tahun lalu mengingatkan semua betapa rentannya Indonesia.

Duta Besar AS mengungkapakan bahwa Haiti memang kekurangan infrastruktur dasar bahkan sebelum gempa bumi. Jalan, pelabuhan, listrik, layanan air dan sanitasi, serta sarana komunikasi telah rusak atau hancur oleh gempa bumi.

"Tak heran bahwa pemberian bantuan kepada korban di tempat kejadian sangatlah sukar," katanya. Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan task force yang dipimpin oleh Brazil sedang berada di pusat usaha dunia untuk membantu Haiti. PBB memiliki alasan sendiri untuk berduka kehilangan begitu banyak staf yang berkualitas dan berdedikasi.

Menurut beliau, Indonesia harus bangga dengan tindakan pemerintah mereka untuk membantu Haiti. "Meskipun Haiti itu kecil, negara miskin di sisi lain dunia, namun masa depan kita bergantung kepada kepemimpinan yang dapat menyatukan tanggapan global terhadap suatu hal yang mungkin muncul sebagai kebutuhan lokal. Indonesia sedang memainkan perannya untuk memunculkan kepemimpinan seperti itu, baik di lapangan di Haiti maupun di meja-meja konferensi dalam perundingan soal perubahan iklim, G-20, dan dalam kesempatan apa saja. Kepemimpinan Indonesia ini menjadikannya mitra penting bagi Amerika Serikat, "katanya.

'Men anpil, chay pa lou' adalah sebuah peribahasa Haiti yang berarti dengan banyak tangan, beban menjadi ringan. "Indonesia sedang 'meminjamkan tangan yang mengesankan' dalam upaya bantuan untuk Haiti ini," ia menambahkan.

(Sumber: antaranews.com)