Banda Aceh, Tujuan Wisata Islami

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah papan nama di Jl. Mister Muhammad Hasan, akses utama ke ibukota provinsi Banda Aceh, berbunyi "Selamat datang ke Banda Aceh, tujuan wisata Islami di Indonesia."

"Sebagai tempat yang diberkati dengan keindahan alam, pariwisata merupakan salah satu aset utama untuk meningkatkan perekonomian kami," kata Wakil Walikota Banda Aceh Illiza Saadudin.

Menurut Illiza, Indonesia, serta masyarakat internasional, menyadari bahwa Aceh menerapkan / syariah Islam, karena itu kantornya sedang membuat upaya untuk membentuk suatu sinergi antara pariwisata dan syariah Islam hingga dapat menjadi komoditas yang siap dipasarkan. "Kita tidak hanya akan mempersiapkan wilayah sebagai tempat wisata, kami juga akan mempersiapkan sumber daya manusia untuk menjadikan 'Kunjungi Aceh Tahun 2012' sebuah gerakan yang sukses," kata Illiza.

Dia optimis bahwa para wisatawan akan tetap berdatangan sekalipun Aceh menjadi tujuan wisata Islam.

Pariwisata agamis akan menjadi salah satu nilai jual utama kota Banda Aceh berkat adanya berbagai situs sejarah terkait dengan era kedatangan Islam ke kepulauan Indonesia.

Kotamadya juga akan mempromosikan daerah-daerah yang hancur oleh tsunami tahun 2004 sebagai tempat wisata. "Saya yakin bahwa banyak orang akan mengunjungi Banda Aceh untuk belajar tentang sejarah Islam dan tsunami," katanya.

Sejumlah orang menilai upaya mempromosikan provinsi Aceh sebagai daerah tujuan wisata Islami sebagai penghalang pengembangan pariwisata di Aceh.

Menurut Mariansyah, Aceh tampaknya memperkuat hukum syariah, tapi itu tidak berarti Aceh memiliki sesuatu yang spesifik untuk ditawarkan kepada wisatawan, terutama wisatawan asing.

Sementara itu, puluhan mahasiswa yang berafiliasi dengan Himpunan Mahasiswa Muslim Indonesia mendesak Pemda untuk secepatnya mempromosikan Kota Banda Aceh sebagai sebuah tujuan wisata Islam.

Illiza mengatakan visi Aceh sebagai tujuan wisata Islam akan terealisasi pada 2012.


(Sumber: thejakartapost.com)