Siaran Pers: Perlindungan WNI di Tengah Keadaan Darurat di Tunisia

1/16/2011

 

Siaran Pers KBRI Tunis: Perlindungan WNI di Tengah Negara Tunisia Dalam Keadaan Darurat

 

1.                  Pergantian kekuasaan terjadi di Tunisia pada tanggal 14 Januari 2011 dan Negara dinyatakan dalam keadaan Darurat. Presiden Ben Ali meninggalkan Tunisia, kekuasaan diambil alih oleh Perdana Menteri Mohamed Ghannouchi yang pada saat mengumumkan hal tersebut didampingi oleh Ketua Parlemen dan Ketua Dewan Penasehat.

 

2.                  Pemerintah Tunisia mengumumkan Negara dalam keadaan darurat nasional dan memberlakukan jam malam dari pukul 17:00 hingga pukul 07:00. Pemerintah melarang berkelompok lebih dari tiga orang di tempat-tempat umum dan di jalan-jalan, dan penggunaan senjata oleh yang berwajib diperbolehkan jika orang yang keluar pada waktu jam malam dianggap mencurigakan, tidak merespon panggilan petugas untuk berhenti atau melarikan diri.

 

3.                  Warga Negara Indonesia di Tunisia hingga saat ini berada dalam keadaan aman. KBRI Tunis telah mengevakuasi warga negara yang berada di titik-titik rawan dan kritis, termasuk dua WNI yang tinggal di kawasan La Marsa. Hingga tanggal 14 Januari 2011 pukul 23.30, 10 orang WNI telah dievakuasi ke Wisma Duta Besar RI Tunis dan Kantor KBRI Tunis.

 

4.                  Tanggal 15 Januari 2011 seusai pemberlakuan jam malam KBRI Tunis akan segera mengevakuasi lima orang WNI lainnya yang tinggal di salah satu daerah yang relatif rawan di ibu kota Tunis.

 

5.                  Seluruh WNI di Tunisia senantiasa dimonitor keberadaan dan keselamatannya oleh KBRI Tunis secara intensif melalui semua fasilitas yang mungkin. Hingga berita ini diturunkan, KBRI Tunis telah menetapkan status Siaga I bagi Staf dan WNI yang tinggal di Tunisia.

 

[KBRI Tunis]