Siaran Pers KBRI Tunis: Perlindungan WNI di Tengah Kerusuhan Sosial di Tunisia

1/14/2011

 

Siaran Pers KBRI Tunis: Perlindungan WNI di Tengah Kerusuhan Sosial di Tunisia

 

1.                 Aksi unjuk rasa yang terjadi di Tunisia sejak tanggal 17 Desember 2010 di kota Sidi Bouzid, wilayah Tengah Tunisia, terus berlanjut dan meluas ke sebagian besar provinsi di Tunisia dan sejak tanggal 8 Januari 2011 mulai memasuki ibukota Tunis. Aksi unjuk rasa sejak 1 minggu terakhir telah mengarah pada tindakan anarkis dan vandalis berupa pengrusakan dan pembakaran gedung-gedung Pemerintah seperti kantor pos, kantor polisi dan kantor pelayanan listrik dan gas, super market dan mobil-mobil di ibu kota Tunis dan berbagai kota lainnya di Tunisia. Aksi tersebut juga diwarnai dengan penjarahan beberapa bank, ATM, toko, restoran dan beberapa kantor Pemerintah dan swasta, meskipun Pemerintah Tunisia sejak tanggal 12 Januari 2011 telah memberlakukan jam malam yang dimulai sejak pukul 20.00 - 05.30.

 

2.                  Warga Negara Indonesia di Tunisia hingga saat ini berada dalam keadaan aman. Jumlah WNI di Tunisia sesuai data lapor diri hingga 11 Januari 2011 adalah 109 orang, terdiri dari staf KBRI, para pelajar dan mahasiswa, tenaga kerja, dan WNI menikah dengan orang Tunisia dan orang asing dan mayoritas WNI bertempat tinggal di kota Tunis.

 

3.                  Pada tanggal 10 Januari 2011, KBRI Tunis telah mengumpulkan masyarakat Indonesia di Tunis untuk menyampaikan perkembangan terkini mengenai situasi yang terjadi dan prosedur pengamanan yang harus dilakukan sesuai dengan tingkat ancaman keamanan yang terjadi.

 

4.                  Seluruh WNI di Tunisia senantiasa dimonitor keberadaan dan keselamatannya oleh KBRI Tunis secara intensif melalui komunikasi telepon dan alat komunikasi lainnya.

 

5.                  Pada tanggal 13 Januari 2011, KBRI Tunis telah mengevakuasi 9 orang WNI dari beberapa titik rawan, yaitu kota Sfax, 370 KM selatan Tunis, dan 2 area di ibukota Tunis. 9 orang tersebut saat ini berada dalam perlindungan KBRI Tunis dan tinggal di Wisma Dubes RI Tunis dan Kantor KBRI Tunis. KBRI Tunis juga merencanakan untuk mengevakuasi Seorang WNI yang sedang berwisata di kota Hammamet, 62 KM selatan Tunisia, pada tanggal 14 Januari 2011.

 

6.                  Telah dibentuk Posko di KBRI Tunis yang bekerja selama 24 jam dengan petugas jaga secara bergantian oleh para home staff dan local staff KBRI Tunis.

 

7.                  KBRI Tunis terus memantau perkembangan yang terjadi dan hasilnya akan disampaikan melalui website KBRI Tunis.

 

[KBRI Tunis]