Keterangan Pers Presiden Mengenai Wafatnya KH Abdurrahman Wahid (Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 30/12/2009)

1/1/2010

 

Keterangan Pers Presiden
Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 30 Desember 2009
Mengenai Wafatnya KH Abdurrahman Wahid
TRANSKRIPSI
KETERANGAN PERS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MENGENAI
WAFATNYA ABDURRAHMAN WAHID/GUS DUR
KANTOR PRESIDEN, 30 DESEMBER 2009



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saudara-saudara se-bangsa dan se-tanah air yang saya cinta,
Hari ini bangsa Indonesia berkabung, berduka, dengan wafatnya satu putra terbaik bangsa, Presiden ke-4 kita, Bapak K.H Abdurrahman Wahid atau yang secara akrab kita panggil Gus Dur. Beliau wafat sore hari ini di Jakarta, karena sakit.

Atas nama negara dan pemerintah, dan selaku pribadi, saya mengucapkan belasungkawa yang setinggi-tingginya. Dengan doa dan harapan, semoga beliau diterima di sisi Allah SWT sesuai dengan amal ibadah, jasa dan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara tercinta.

Kami juga mendoakan, semoga keluarga yang ditinggalkan tetap sabar, tegar, dan tawakal seraya berserah diri ke hadirat Allah SWT. Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk memberikan penghormatan yang paling tinggi, seraya mendoakan, agar sekali lagi almarhum hidup tenang di alam baka sesuai dengan amal baktinya di dunia.

Saya juga meminta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mulai besok mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari sebagai rasa duka, dan berkabung kita yang mendalam akan kepergian Presiden ke–4 kita, Bapak K.H Abdurrahman Wahid.

Malam ini, Pemerintah terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak keluarga tentang rencana pemakaman beliau. Yang jelas negara ingin memberikan penghormatan tertinggi kepada beliau dalam acara pemakaman yang Insya Allah koordinasi kami hingga saat ini akan dilaksanakan di Jombang, Jawa Timur. Dengan upacara kenegaraan yang akan saya pimpin sendiri sebagai Inspektur Upacara.

Sesuai dengan rencana, saya telah berkoordinasi dengan Pimpinan MPR RI, Bapak Taufik Kiemas untuk juga bertindak sebagai pemimpin dalam pemberangkatan jenazah dari rumah duka besok ke Jawa Timur.

Inilah Saudara-saudara, yang ingin saya sampaikan dan pada kesempatan yang penuh dengan suasana duka ini, bagi yang beragama Islam saya mengajak untuk membacakan surat Al Fatihah yang kita tujukan kepada tokoh besar yang amat kita cintai Presiden ke-4 kita, K.H Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Al Fatihah

Audzubilla himminas syaithon nirrozim,
Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdu lillahi rabbil alamin, arrahmanir rahim, Maliki yaumiddin, Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, Ihdinas ?ira?al-mustaqim, ?ira?al-ladzina an’amta ‘alaihim ghayril magdubi ‘alaihim wala??allin.


Terima kasih Saudara-saudara,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.