SK Menaker tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan TKI di Negara Kawasan Timur Tengah

11/26/2015

​Mempertimbangkan hal-hal seperti perkembangan situasi politik dan keamanan yang tidak stabil, banyaknya permasalahan yang menimpa Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja dan masih lemahnya jaminan perlindungan tenaga kerja di negara-negara kawasan Timur Tengah, Pemerintah Indonesia telah mengambil kebijakan yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2015 untuk menghentikan dan melarang segala macam bentuk penempatan Tenaga Kerja Indonesia di negara-negara kawasan Timur Tengah.
Kebijakan tersebut telah secara jelas dan tegas dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 260 Tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia pada pengguna perseorangan di negara-negara kawasan Timur Tengah yang mencakup diantaranya negara Arab Saudi, Aljazair, Bahrain, Irak, Kuwait, Lebanon, Maroko, Mauritania, Mesir, Oman, Palestina, Qatar, Sudan, Tunisia, Uni Emirat Arab, Yaman, Yordania termasuk khususnya Libya.
Sehubungan dengan hal-hal tersebut, atas nama Pemerintah Republik Indonesia, KBRI Tripoli kembali menginformasikan kiranya semua pihak termasuk penyalur Tenaga Kerja Indonesia ke negara-negara kawasan Timur Tengah dan pemerintah Libya agar dapat memberikan dukungannya dan bantuannya terhadap kebijakan pemerintah Republik Indonesia untuk menghentikan dan melarang penempatan Tenaga Kerja Indonesia ke Libya.

Kepmenaker RI Nomor 260 Tahun 2015.pdf