Kunjungan Perkenalan Kepada Kepala Perwakilan Negara-negara ASEAN

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 18 Juni 2012, KUAI RI Tripoli telah melakukan kunjungan perkenalan kepada Kepala Perwakilan negara-negara ASEAN yang berada di Libya, yaitu Dubes Thailand, H.E. Joompol Manaschuang, Dubes Vietnam, H.E. Dao Duy Tien, dan KUAI Filipina, Mr. Renato N. Duenas JR. Kesempatan perkenalan juga dimanfaatkan untuk menjajagi kemungkinan mengadakan kegiatan dalam rangka ASEAN Day di Tripoli. Disepakati bahwa situasi keamanan di Libya saat ini belum kondusif. Hal ini ditandai masih terdapatnya konflik antar suku yang berpotensi menjadi besar jika pemerintah Libya tidak melakukan upaya-upaya penanggulangan. Senjata api juga banyak beredar di kalangan masyarakat sipil mengingat masih sering terdengarnya letusan senjata di kawasan pemukiman. Dalam kaitan ini, Dubes Vietnam mengatakan bahwa pada awal Juni salah seorang stafnya mengalami penodongan bersenjata saat berkendara di malam hari yang mengakibatkan perampasan mobil milik stafnya. Para Kepala Perwakilan ASEAN di Tripoli selanjutnya mengharapkan pemilu dapat berjalan dengan aman dan pemerintahan hasil pemilu dapat segera terbentuk. Jika semuanya berjalan lancar dan situasi politik dan keamanan pasca pemilu menjadi lebih baik, Dubes Vietnam telah merencanakan untuk mendatangkan kembali tenaga kerja asal negaranya. Begitu juga dengan Thailand dan Filipina guna memasuki pasar kerja di Libya. Sesuai informasi yang diperoleh, warga Vietnam yang saat ini masih berada di Libya tinggal sekitar 20 orang dari 5.000 orang sebelum revolusi. Warga Filipina masih sekitar 5.000 orang dari 25.000 orang sebelumnya. Warga Thailand sekitar 50 orang dari 10.000 orang sebelumnya. Sedangkan WNI yang tercatat saat ini sebanyak 91 orang. Mengenai ASEAN Day, disepakati bahwa kemungkinan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan akan dibicarakan kemudian, menyesuaikan dengan situasi keamanan di Tripoli dan bulan Ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri. Perwakilan negara-negara ASEAN yang beroperasi di Libya sampai sebelum revolusi Febuari adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam. Namun hingga saat ini Malaysia belum mengaktifkan perwakilannya.