KUAI RI Tripoli Bertemu Dengan Direktur Protokol dan Direktur Fasilitas Diplomatik Kemlu Libya

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 14 Juni 2012, KUAI RI Tripoli telah bertemu dengan Direktur Protokol Kemlu Libya, Mr. Abdurrahman bin Omran. Pada tanggal yang sama, KUAI RI Tripoli juga bertemu dengan Direktur Fasilitas Diplomatik, Mr. Taufiq Abu Syarib. Isu-isu dibicarakan dalam pertemuan mencakup fasilitasi keamanan Gedung dan Wisma KBRI, akses bandara dan airport pass serta resident visa utk diplomat dan staf KBRI. Direktur Protokol menyambut baik beroperasinya kembali perwakilan Indonesia. Disampaikan bahwa pemerintah Libya saat ini sedang melakukan benah diri. Setelah pemilu, kondisi Libya diharapkan akan kembali normal. Disampaikan juga bahwa Libya dan Indonesia merupakan sahabat baik yang sudah berhubungan sejak lama. Oleh karena itu, Kementeriannya senantiasa siap membantu memfasilitasi keberadaan perwakilan Indonesia di Libya. Dalam kaitan ini, pihaknya akan segera menulis surat kepada Ketua Komite Keamanan Nasional guna membantu memfasilitasi dan memberikan perhatian terhadap keamanan Gedung dan Wisma KBRI. Mengenai akses bandara dan airport pass, disampaikan bahwa saat ini Kementeriannya masih memerlukan waktu untuk menata kembali fasilitas di bandara dan melakukan pengaturan-pengaturan untuk memfasilitasi perwakilan asing. Kementeriannya akan mengkomunikasikan kepada semua perwakilan jika semua fasilitas tersebut telah dirampungkan. Namun demikian, Direktur Protokol mengatakan akan membantu sepenuhnya pengaturan kedatangan di bandara jika ada pejabat atau dignitaries Indonesia yang akan datang ke Libya. Pada kesempatan tersebut, Direktur Protokol secara khusus menjajagi kemungkinan Pemri cq Kemlu RI untuk dapat memberikan pelatihan singkat (satu minggu) di bidang keprotokolan kepada diplomat Libya. Pelatihan tersebut dinilai akan membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan diplomat Libya di dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang keprotokolan. Sementara itu, Direktur Fasilitas Diplomatik Kemlu Libya selain memberikan apresiasi juga menyampaikan kesediaanya untuk membantu memfasilitasi keberadaan perwakilan Indonesia di Libya. Direktur Fasdip juga menginformasikan bahwa Kementeriannya sedang melakukan proses penataan kembali semua infrastruktur kementerian. Pada kesempatan tersebut Direktur Fasdip meyakinkan kami bahwa situasi di Libya akan kembali kondusif setelah terlaksananya pemilu mendatang.