KBRI Tripoli Pulangkan Dua TKI Informal

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KBRI Tripoli kembali pulangkan 2 (dua) orang TKI informal ke Indonesia. Mereka adalah Carinih Mansur yang berasal dari daerah Indramayu dan Sumina binti Punadi yang berasal dari Madura. Sebelum bekerja di Libya, ke dua TKI informal ini bekerja di Abu Dhabi. Sumina binti Punadi tiba di Abu Dhabi akhir tahun 2009 bersama dengan 6 (enam) orang lainnya dari Jakarta. Setelah sempat bekerja selama 15 (limabelas) hari di Dubai, majikannya menilai Sumina tidak bisa bekerja dengan baik dan mengembalikannya kepada agen penampung TKI informal di Abu Dhabi. Awal tahun 2010, Sumina kembali mendapat majikan baru. Tidak lama bekerja, Sumina dibawa ke Libya oleh teman majikannya. Setahun bekerja, Sumina kerap mendapat perlakuan kasar dari istri majikannya yang berkwarganegaraan Ukraina. Menurut pengakuan Sumina, majikannya bahkan pernah menampar, menyekap dan tidak memberinya makan selama tiga bulan. Gaji sebesar US$ 200 tiap bulan habis terpakai untuk keperluan sehari-hari. Pada saat terjadi Revolusi Febuari 2011 di Libya, majikan Sumina meminta salah seorang karyawatinya, warga Maroko, untuk membuang Sumina di jalan. Namun yang bersangkutan tidak tega menelantarkannya di tengah situasi konflik bersenjata dan memilih untuk menitipkannya pada seorang temannya hingga pada akhirnya Sumina bertemu Mr. Adar, majikan baru yang menolongnya. Mr. Adar juga yang menghubungi KBRI untuk meminta bantuan memulangkan Sumina yang hampir setahun membantu di rumahnya. Sedangkan Carinih Mansur masuk ke Libya pada akhir tahun 2010 dan bekerja pada majikan yang tinggal di Misurata. Ketika terjadi Revolusi, daerah tersebut banyak mengalami kerusakan dan bahkan hancur. Menurut majikan Carinih, dalam situasi konflik bersenjata yang menegangkan, Carinih terkena gangguan syaraf yang membuat daya ingatnya menurun. Menurut dokter yang merawat, Carinih menderita haemoraghie shock atau pecahnya salah satu pembuluh syaraf di otak. Hal tersebut disebabkan karena penderita mengalami ketegangan psikis yang luar biasa. KBRI Tripoli telah memberikan perhatian khusus terhadap ke dua TKI informal tersebut, mulai dari perawatannya di rumah sakit, membantu mengurus ijin tinggal, melengkapi dengan dokumen keimigrasian hingga membantu kepulangannya ke Jakarta.