KBRI Tripoli kembali Pulangkan 6 TKI dari Libya ke Indonesia

KBRI Tripoli pada 27 September 2015, telah melakukan evakuasi terhadap 6 (enam) orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Tripoli-Libya menuju Djerba-Tunisia. Ke-enam TKI dimaksud adalah: Subairi Masrin Ahmad, Lia Muliawati Suhlin, Rasti, Endang Danurjah, Ade Ahmad bin Ardi Danu, dan Soekma Sila Wardhana. Mereka selanjutnya akan dipulangkan ke Indonesia pada tanggal 1 Oktober 2015 dengan menggunakan pesawat Emirates Airlines dari Bandara Carthage Tunis.
 
Latar belakang mereka bekerja di Libya, yaitu TKI a.n. Subairi, Lia, Rasti dan Endang tiba di Tripoli-Libya pada bulan Juni 2014 menjelang pecahnya perang saudara di Libya. Mereka berempat bekerja pada satu keluarga di Zintan. Sedangkan TKI a.n. Ade dan Soekma baru tiba di Tripoli-Libya pada bulan Agustus 2015. Mereka berdua bekerja di arena rekreasi anak-anak di Tripoli, namun kemudian memutuskan kabur karena merasa tidak aman dan kondisi kerja tidak sesuai kontrak. Ke-enam TKI tersebut merupakan Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dilakukan oleh para agen illegal di Indonesia.
 
Kondisi keamanan di Libya dalam 3 (tiga) bulan terakhir masih membahayakan dan tingginya tingkat kriminalitas serta gangguan keamanan, khususnya terhadap warga negara asing. Selama periode Januari 2015 s/d September 2015, KBRI Tripoli telah memulangkan sebanyak 26 (dua puluh enam) WNI/TKI dari Libya ke Indonesia.
 
KBRI Tripoli mengharapkan dukungan pihak-pihak terkait di Indonesia untuk mencegah setiap WNI yang akan melakukan perjalanan ke Libya dengan tujuan bekerja atau sekolah sampai pulihnya kondisi keamanan di Libya. Informasi lebih lanjut mengenai kondisi terakhir Libya, dapat menghubungi Hotline KBRI Tripoli (+216 25 596 366), Sdr. Bambang Prija Hutama-Pelaksana Fungsi Konsuler (+216 28 504 750) dan Sdr. Untung Istiawan-Staf Konsuler (+216 21 683 669).