Pemulangan TKI Wanita Bermasalah dan Mahasiswa Indonesia dari Libya ke Indonesia

KBRI Tripoli pada 23 Agustus 2015, mengevakuasi 9 (sembilan) Warga Negara Indonesia (WNI), yang terdiri dari 7 TKI dan 2 mahasiswa dari Libya. TKI dimaksud a.n. Enik Hardiyah, Sotiyah Rais, Esih Juarsih Binti Suharjo Reso, Etty Sudyarti Herman, Eni Binti Tohir Tamjid, Asbiyah Binti Baliye Said, dan Dalilah Binti Abdul Rahman serta mahasiswa a.n. Muhammad Iqbal Bin Agustaman dan Adi Abdul Ghofar Ismail. Mereka dipulangkan ke Indonesia pada 25 Agustus 2015 dari Tunis setelah menginap 2 malam di KBRI Tunis.
 
TKW dievakuasi karena mengalami permasalahan di Libya meliputi tidak mendapatkan gaji yang sesuai serta pekerjaan yang terlalu berat dan beberapa dalam keadaan sakit, bahkan salah satunya tengah hamil. Para TKI tersebut sebelumnya dijanjikan bekerja ke negara-negara Timur Tengah yang aman seperti Persatuan Emirat Arab, Oman maupun Qatar dan namun dipekerjakan di Libya yang keamanannya memburuk. Sedangkan 2 mahasiswa tersebut dipulangkan karena merasa tidak aman dan terancam jiwanya.

KBRI Tripoli mengamati bahwa para pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tetap gencar mengirimkan TKI tanpa mempedulikan keselamatan jiwa TKI itu sendiri ke Libya. Kebijakan moratorium pengiriman TKI ke Timur Tengah tidak menyurutkan langkah para pelaku TPPO untuk mengirim TKI. 

KBRI Tripoli meminta dukungan pihak-pihak terkait di Indonesia untuk mencegah WNI yang akan melakukan perjalanan ke Libya untuk tujuan apapun mengingat situasi keamanan di Libya yang masih buruk. KBRI Tripoli menegaskan kembali adanya larangan bagi WNI untuk berkunjung ke Libya, sampai pulihnya keamanan di Libya. Informasi kondisi terakhir Libya, dapat menghubungi Hotline KBRI Tripoli (+216 25 596 366), Sdr. Bambang Prija Hutama-Pelaksana Fungsi Konsuler KBRI Tripoli (+216 28 504 750) dan Sdr. Untung Istiawan-Staf Konsuler KBRI Tripoli (+216 21 683 669).