Profil Negara dan Kerjasama

  • Kanada

    Indonesia dan Kanada menjalin secara resmi hubungan diplomatik dengan penandatanganan perjanjian untuk membuka kantor perwakilan/kedutaan besar di negara masing-masing pada tanggal 9 Oktober 1952. Namun hubungan kedua negara sudah terjalin sejak tahun 1948 ketika Indonesia sedang berjuang untuk mendapatkan pengakuan secara internasional tentang kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda tahun 1946
    Kanada melalui General Andrew Mcnaughton yang duduk sebagai President of the United Nations’ Security Council berhasil membuat keputusan untuk memecahkan kebuntuan negosiasi konflik antara Indonesia dengan Belanda dengan menerapkan Resolution 67/1949. resolusi ini mendukung pembentukan Komisi Tripartit untuk mengadakan perundingan antara Indonesia dan Belanda. Negosiasi Tripartit mengarah pada pengakuan internasional terhadap kedaulatan Indonesia pada tahun 1949. Pada awal kemerdekaan Indonesia, Kanada juga mendukung pembangunan Indonesia melalui the Colombo Plan selama tahun 1950.
     
    TORONTO
    Perwakilan RI di Toronto resmi dibuka pada tanggal 1 Desember 1982 dengan status Konsulat RI. Pada tahun 1993 status Konsulat Republik Indonesia ditingkatkan menjadi Konsulat Jenderal Republik Indonesia.
    KJRI Toronto memiliki wilayah kerja Propinsi Ontario beribukota Toronto, Manitoba (ibukota Winipeg) dan  Saskatchewan (ibukota Regina). KJRI Toronto memiliki posisi yang cukup strategis, karena berkedudukan di kota metropolitan, pusat bisnis multi etnis dan multi budaya. Toronto kota terbesar di Kanada, merupakan pusat kegiatan bisnis, perdagangan, keuangan, seni dan budaya serta mass media.
    Sebagai kota yang terpadat penduduknya, Toronto dipandang menjanjikan kehidupan baru bagi imigran. Kondisi tersebut menjadi pendorong pengembangan dan bagi pembangunan kota Toronto. Adanya tingkat kesejahteraan penduduk yang sudah memadai, telah menjadi pendorong bagi masyarakat Toronto untuk melakukan perjalanan wisata.
    Kondisi Toronto yang kondusif telah membuka peluang bagi KJRI untuk melakukan lobi kepada pengusaha dan investor, untuk memasarkan produk-produk ungulan Indonesia dan meningkatkan investasi dari wilayah kerja ke Indonesia dan bertambahnya arus wisatawan. Situasi ini telah menjadi pendukung bagi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi KJRI dalam mempromosikan ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan aspek-aspek sosial budaya Indonesia.
    Pembangunan yang terus berlangsung di Propinsi Ontario merupakan kesempatan dalam pelaksanaan fungsi ekonomi khususnya peningkatan promosi dagang. Menyelenggarakan atau menfasilitasi temu usaha, temu wicara, seminar, upaya-upaya penetrasi pasar, pemanfaatan trade display di KJRI merupakan langkah yang dilakukan. Selain itu juga dilakukan usaha penerobosan pasar tenaga kerja melalui kalangan pemerintah maupun sektor swasta.
    Sikap pemerintah dan kalangan masyarakat setempat yang bangga dengan kekayaan multikultur serta semakin besarnya minat yang ditunjukkan oleh sekolah-sekolah dan berbagai kalangan masyarakat setempat di wilayah Greater Toronto Area (GTA) telah memberi peluang bagi KJRI dalam meningkatkan upaya mempromosikan atau memperkenalkan Indonesia. Pembentukan sanggar kesenian di KJRI, pengajaran Bahasa Indonesia kepada penduduk setempat, pengiriman travel writers, pagelaran dan workshop tentang seni tari dan musik tradisional Indonesia serta ceramah tentang Indonesia di sekolah-sekolah, penambahan bahan-bahan penerangan / buku untuk Perpustakaan KJRI dan pengelolaan web site KJRI secara maksimal, telah menjadi fokus pelaksanaan fungsi Penerangan & Sosial Budaya. Disamping sebagai upaya untuk memulihkan dan meningkatkan citra Indonesia, kegiatan-kegiatan tersebut juga dilaksanakan melalui pemberdayaan masyarakat Indonesia di tiga Propinsi yang menjadi wilayah kerja KJRI Toronto, yang jumlahnya cenderung terus bertambah.
    Kecenderungan terus bertambahnya jumlah WNI di wilayah kerja KJRI tersebut  dengan sendirinya akan membuat kegiatan sosialisasi dan penyuluhan khususnya tentang ketentuan-ketentuan kekonsuleran dan keimigrasian, baik Indonesia maupun setempat meningkat pula. Kunjungan dalam rangka sosialisasi / penyuluhan, meningkatkan persatuan dan kerukunan antar WNI di wilayah kerja, pemberian bantuan/perlindungan hukum, pemberian pelayanan jasa konsuler, akan merupakan kegiatan pelaksanaan fungsi konsuler di kota-kota, di tiga Propinsi,  di mana terdapat WNI yang jumlahnya cukup besar.
    KJRI telah memberikan perlindungan kepada WNI dan BHI, seraya melakukan promosi Tenaga Kerja Indonesia. Peran KJRI penting, karena cukup banyak WNI di wilayah kerja, dan masih besarnya peluang memasaran Tenaga Kerja Indonesia di  wilayah kerja. Pemasaran TKI terampil ke wilayah kerja masih mendapat hambatan antara lain karena faktor bahasa dan ketatnya aturan yang diterapkan oleh pemerintah Kanada.

     
    Selengkapnya

  • Perubahan Nama di Paspor

    Setiap WNI dapat melakukan perubahan nama yang tercatat di dokumen resmi dari pemerintah (akta, ijazah, paspor dll). Perubahan nama dapat dilakukan apabila telah mendapatkan persetujuan dari Pengadilan Negeri (Indonesia) tempat domisili pemohon. Ketentuan ini sesuai dengan pasal 52 UU 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan. WNI yang bermukim di luar negeri dan ingin melakukan perubahan dengan mencantumkan nama suami paspor dengan kondisi: 1. Memiliki Surat Ketetapan Pengadilan Negeri, dapat mengubah informasi nama yang tercantum di paspor. 2. Tidak memiliki surat Ketetapan Pengadilan Negeri, dapat diakomodir dengan pencantuman nama baru di halaman Catatan/Endorsement. Mengingat Paspor merupakan bukti resmi identitas dan kewarganegaraan WNI, setiap perubahan atas informasi yang tercantum di Paspor dapat mempengaruhi dokumen berketetapan hukum lainnya dari WNI yang bersangkutan, misalnya dalam surat kuasa jual beli properti di Indonesia, waris, panggilan sidang dll. Selengkapnya