Peresmian Kantor Kepentingan Indonesia Pada ICAO

2/6/2012

 

Montreal - Pada 2 Februari 2012, Kantor Kepentingan Indonesia pada ICAO, bertempat di Montreal, Kanada telah diresmikan oleh Wakil Menteri Perhubungan RI, Bambang Susantono, didampingi oleh Duta Besar RI untuk Kanada, Dienne H. Moehario, Presiden Dewan ICAO, Roberto Kobeh Gonzalez, Sekretaris Jenderal ICAO, Raymond Benjamin, Konjen RI Vancouver, Bambang Hiendrasto dan Konjen RI Toronto, Julang Pujianto. Pembukaan Kantor Kepentingan Indonesia pada ICAO tahun 2012 merupakan wujud keseriusan Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam penerbangan sipil internasional yang makin pesat.

Sejak the Declaration Between the Government of the Republic of Indonesia and the International Civil Aviation Organization on Enhancing Aviation Safety in Indonesia dengan ICAO ditandatangani tanggal 2 Juli 2007 di Denpasar, Bali, Indonesia telah melakukan berbagai capaian di bidang keselamatan, keamanan dan layanan penerbangan. Salah satu realisasinya dapat dilihat dari hasil audit ICAO USOAP (Universal Safety Oversight Audit Program).  Pada tahun 2007, terdapat 121 temuan yang menunjukkan compliance level Indonesia hanya sebesar 54%. Menindaklanjuti hal tersebut, telah dilakukan Program ICAO Coordinated Validation Mission (ICVM) yang membuahkan hasil meningkatnya compliance level Indonesia menjadi lebih dari 90% pada akhir 2011.

Dalam peresmian tersebut, Wakil Menteri Perhubungan RI menyampaikan bahwa untuk mengimplementasikan Deklarasi yang ditandatangani Juli 2007, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan ICAO menandatangani Management Service Agreement (MSA) Annex 1-4, yang antara lain terwujud dalam pembukaan Kantor Kepentingan Indonesia pada ICAO Februari 2012.

Untuk kepentingan itu, pada kesempatan peresmian ini, telah ditandatangani Project Document “Institutional Strengthening of the Indonesian Civil Aviation Institute (ICAI) oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Perhubungan, Capt. Bobby R. Mamahit dan Sekjen ICAO, Raymond Benjamin. Sekjen ICAO menyampaikan kini kerjasama Indonesia dan ICAO difokuskan pada peningkatan kualitas SDM yang akan sangat bermanfaat bagi pengembangan penerbangan sipil Indonesia. (Sumber: KBRI Ottawa)