Pemuda Indonesia Kanada Bangun Kllinik Masyarakat Palangka Raya

1/3/2012

 

Palangka Raya - Kelompok pertukaran pemuda Indonesia-Kanada ikut membangun klinik kesehatan masyarakat melalui program penyuluhan yang dilakukan di Kelurahan Seigohong, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Selain itu,kami juga melakukan berbagai kegiatan lainnya seperti penyuluhan kesehatan secara umum, masalah kesehatan gigi, dan kesehatan ibu dan anak," kata koordinator pertukaran pemuda Indonesia-Kanada Edwar Juanda Rusydi di Palangka Raya, Minggu.

Keberadaan 20 pemuda Indonesia-Kanada (sepuluh orang asal Indonesia dan sepuluh dari Kanada) di Palangka Raya itu merupakan kerja sama Pemuda dunia Kanada dengan kantor Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) didukung Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Palangka Raya.

"Banyak kegiatan lainnya yang kami lakukan selama tiga bulan di daerah ini, termasuk membangun pusat kegiatan pemuda dan mengisi dengan pelatihan kewirausahaan, pertanian dan peternakan," kata Edwan Juanda Rusydi didampingi koordinator dari Kanada, Susanna Tang.

Kegiatan lainnya yang dilakukan kelompok pertukaran pemuda Indonesia-Kanada termasuk proyek-proyek sosial, pemanfaatan lahan pekarangan rumah dengan menanami aneka tumbuhan, pengelolaan sampah dan sanitasi bersama masyarakat dan pemuda setempat.

Pemanfaatan lahan `tidur` ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kreasi dan kreativitas masyarakat, termasuk menanami tumbuh-tumbuhan berguna bagi kesehatan seperti tanaman kumis kucing, kunyit dan jambu biji. Semua itu diharapkan bermanfaat bagi masyarakat.

"Ini merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan minat masyarakat menanami aneka tanaman dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang belum di tanami tumbuhan. Bisa juga disebut tanaman apotik hidup," tambah Edwar Juanda Rusydi.

Selain itu, kelompok pertukaran pemuda Indonesia-Kanada itu juga bekerja di sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK), puskesmas, dan yayasan usaha mulia (YUM) setempat.

Terkait dengan kedatangan kelompok pertukaran pemuda Indonesia-Kanada di daerah itu, menurut Edwar mendapat sambutan positif, dan bahkan 20 putra-putri dua Negara tersebut mengaku kewalahan memenuhi undangan makan dari masyarakat.

"Pada awalnya, teman-teman belum terbiasa dengan menu makanan yang disajikan masyarakat, namun berlangsung tidak terlalu lama. Mereka cepat beradaptasi dengan menu makanan masyarakat daerah tersebut," ujarnya. (Sumber: Antara020112)