Kanada Diminta Perluas Pasar Produk Pertanian Indonesia

10/12/2010

 

Jakarta - Pemerintah Indonesia meminta pemerintah Kanada untuk memperluas pasar produk pertanian Indonesia ke negara tersebut.

Hal itu diungkapkan Menteri Pertanian Suswono ketika bertemu dengan Menteri Pertanian dan Pangan Kanada Gerry Ritz di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Senin.

Saat ini, lanjut Mentan, ekspor produk pertanian Indonesia ke Kanada yakni kopi, coklat, teh, rempah-rempah dan buah-buahan kaleng.

Sedangkan ekspor Kanada ke Indonesia berupa daging, benih kentang, buah ceri, terigu, pakan ternak dan minyak tumbuh-tumbuhan, meskipun demikian neraca perdagangan negara tersebut mengalami surplus dibandingkan Indonesia.

"Oleh karena itu Indonesia menginginkan impor dari Indonesia ke Kanada tidak hanya kopi, coklat, teh, rempah-rempah dan buah-buahan kaleng namun dikembangkan ke komoditas lain seperti minyak sawit, karet, buah tropis, produk herbal dan lain-lain," katanya.

Selain itu, lanjutnya, Indonesia juga mengharapkan akses pasar kedua belah pihak agar dipermudah sehingga ke depan perdagangan langsung dapat dilakukan kedua negara tanpa melalui negara ketiga.

Mentan Suswono menyatakan, dalam pertemuan tersebut juga dilakukan penandatanganan Letter of Intent (LOI) kerja sama bidang pertanian dua negara yang meliputi produksi, pengolahan dan pemanfaatan tanaman.

Kemudian juga produksi, pengolahan dan pemanfaatan peternakan serta program penelitian pertanian termasuk bioteknologi dan rekayasa genetika.

"Setelah ditandatangani LOI akan ditindaklanjuti dengan penyusunan nota kesepahaman (MoU) serta pembentukan grup kerja (working group) dan merealisasikannya dengan rencana aksi dengan terjadwal," katanya.

Mentan menyatakan, Kanada merupakan salah satu negara yang cukup berpotensi untuk kerjasama di sektor pertanian yang mana produk utama negara tersebut yakni gandum, biji kol rabi, jagung, sayur-sayuran, bunga-bungaan, kentang, kacang kedelai dan tembakau, sedangkan produk utama bidang peternakan yakni sapi, biri-biri dan ayam.

Hambatan utama hubungan bilateral kedua negara antara lain ekspor Indonesia ke Kanada umumnya masih dilakukan melalui pihak ketiga antara lain Amerika Serikat, Singapura dan Cina Taipei.

Persaingan ketat terutama dari kawasan Amerikan Tengah dan Selatan, China, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, India, AS, Pakistan dan negara Asean lain bahkan juga Canada.

"Selain itu juga belum adanya wadah bagi kedua negara yang diharapkan duduk bersama guna membahas upaya peningkatan kerjasama bilateral kedua negara," kata Mentan. (Sumber: Antara121010)