60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Kanada: Menlu RI Dan Menlu Kanada Tanda Tangani Deklarasi Bersama Peningkatan Forum Konsultasi Bilateral

8/27/2012

 
Menlu
 

Ottawa - Tahun 2012 merupakan tahun yang istimewa bagi Indonesia dan Kanada karena peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik kedua Negara jatuh pada tanggal 9 Oktober 2012. Dalam momentum penting peringatan tersebut, Menteri Luar Negeri RI, Dr. R.M. Marty M. Natalegawa melakukan Kunjungan Kerja ke Ottawa, Kanada, 22-23 Agustus 2012 untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Kanada, John Baird, guna membahas kemajuan kerjasama Indonesia-Kanada di berbagai bidang dan langkah-langkah berikutnya di masa mendatang. Bertekad mempererat kerjasama kedua Negara, Menlu RI dan Menlu Kanada menandatangani Joint Declaration by the Government of the Republic of Indonesia and the Government of Canada on Enhancing Bilateral Consultations. Dalam Deklarasi Bersama, Forum Konsultasi Bilateral (FKB), yang sekarang dilaksanakan pada Tingkat Senior Officials, akan dilaksanakan pada Tingkat Menteri Luar Negeri setahun sekali atau setiap kedua Negara memandang perlu untuk melaksanakannya. Melalui FKB tersebut, kedua Negara dapat mengukur kemajuan kerjasama bilateral, regional maupun multilateral sebagai acuan kerjasama konkrit selanjutnya.

 

Kedua Menlu membahas berbagai isu-isu regional dan global, peningkatan hubungan ASEAN-Kanada sebagai Mitra Dialog, perkembangan positif di Myanmar dan isu arsitektur regional menjadi sorotan utama. Kedua Menlu bertukar pikiran mengenai berbagai isu global yang saat ini dihadapi masyarakat internasional, khususnya kerjasama kedua Negara dalam memajukan Hak Asasi Manusia, Good Governance dan Demokrasi.

 

Penandatanganan “Joint Declaration by the Government of the Republic of Indonesia and the Government of Canada on Enhancing Bilateral Consultations” oleh Menlu RI dan Menlu Kanada, Ottawa, 23 Agustus 2012. Selain bertemu dengan Menlu Kanada, Menlu RI dalam Speaking Engagement di hadapan kalangan akademisi, lembaga think tank, parlemen, pemerintah dan media, menyampaikan bahwa hubungan perdagangan Indonesia-Kanada positif, dengan volume perdagangan mencapai USD 2,9 milyar pada tahun 2011, naik sebesar 61% dibandingkan tahun lalu. Masih banyak potensi peningkatan perdagangan, yang dapat didukung oleh diversifikasi produk. Indonesia merupakan tujuan investasi utama Kanada di Asia Tenggara, mencapai USD 3,6 milyar tahun 2011. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di tengah krisis ekonomi dunia merupakan kelebihan Indonesia yang dapat dijadikan dasar kerjasama ekonomi RI-Kanada lebih kokoh.

 

Menlu RI menyampaikan bahwa kedua negara telah lama menjalin kerjasama pada tingkat regional dan multilateral, antara lain di PBB, ASEAN, G-20, APEC dan WTO. Dunia berubah secara dinamis dan kerap kali diiringi ketegangan antar negara. Kondisi regional yang stabil dan damai adalah suatu keharusan untuk memungkinkan pertumbuhan politik dan ekonomi yang baik. Kondisi regional yang mendukung seperti itu bergantung kepada pembentukan arsitektur regional-nya. Sangat perlu bagi negara-negara yang berada di suatu kawasan untuk memiliki “dynamic equilibrium” yang memungkinkan negara-negara tersebut bekerja sama membangun keamanan, stabilitas dan kemakmuran bersama. Arsitektur regional ini harus dipelihara. Laut China Selatan merupakan salah satu isu yang tengah menjadi perhatian utama di Asia, namun dengan perkembangan arsitektur regional yang mendukung, Menlu RI percaya bahwa solusinya akan ditemukan. Menggunakan istilah “wedging peace”, Menlu RI menekankan kepada semua pihak yang terlibat perlu aktif memelihara dan menciptakan perdamaian. Bersamaan dengan pelaksanaan Speaking Engagement tersebut, dilaksanakan pameran foto tentang berbagai kerjasama konkrit 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Kanada.

 

Kegiatan lain. Menlu RI berkesempatan melakukan tatap muka dan berdiskusi dengan masyarakat Indonesia dari para mahasiswa/mahasiswi di Kanada (dari Universitas McGill, Universitas Concordia di Montreal; Universitas Toronto di Toronto; Universitas Manitoba di Winnipeg; Universitas Carleton di Ottawa dan Seneca College di Toronto).  (Sumber: KBRI Ottawa)