Partisipasi Indonesia Dalam Festival Carassauga 2010

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Mississauga - Pada tanggal 28-30 Mei 2010 berturut-turut KJRI bekerjasama dengan masyarakat Indonesia di Toronto dan sekitarnya berpartisipasi dalam Festival Carassauga di kota Mississauga, Propinsi Ontario. Carassauga merupakan festival multi budaya tahunan yang saat ini merupakan festival terbesar di Propinsi Ontario dan menempati urutan kedua terbesar di Kanada. Festival ini diikuti oleh komunitas masyarakat dari berbagai negara di dunia yang tinggal di Ontario, terbagi dalam 13 pavillion (gedung pertunjukan) yang tersebar di kota Mississauga. Dalam hal ini Indonesia tergabung dalam Pavillion B (sebelumnya bernama International Pavillion) bersama dengan tuan rumah Kanada, Guyana, Irak, Italia, Mesir, Pakistan, Malaysia dan Singapura, serta Thailand.

 

Tahun 2010 merupakan pelaksanaan Carassauga yang ke-25, sehingga pelaksanaan tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini sentral pelaksanaan Carassauga berada di Pavillion B dan dilaksanakan di luar ruangan (outdoor).

Selama tiga hari berturut-turut setiap peserta festival menampilkan pertunjukan kesenian mereka masing-masing, sehingga selama pelaksanaan festival tidak kurang dari 45 kali pertunjukan diadakan di Pavillion B.

 

Mengingat banyaknya peserta, pada tahun ini Indonesia hanya mendapatkan kesempatan tampil satu kali pada hari pertama, 2 kali pada hari kedua dan 1 kali pada hari ketiga. Selain kesenian, Indonesia juga membuka stand kerajinan, makanan, produk batik dan pariwisata.

Pada hari pertama pembukaan festival, selain bersama-sama dengan penari dari peserta negara lain ikut ambil bagian dalam tari kolaborasi yang disusun oleh panitia, Indonesia juga mendapatkan kepercayaan untuk menampilkan tarian pembuka. Dalam kesempatan ini Indonesia menampilkan tari Pendet dari Bali yang dibawakan oleh dua orang penari.

Dalam penampilan pertama pada hari kedua , Indonesia menampilkan tari Kineung Merah, tari Yapong, serta gabungan musik tradisional gamelan dan angklung. Pada penampilan kedua pada hari kedua, Indonesia menyuguhkan permainan Kolintang dengan membawakan lima lagu terdiri dari tiga lagu daerah Indonesia dan dua lagu Barat.

Pada hari ketiga Indonesia menampilkan kembali tari Yapong dan musik tradisional Kolintang yang membawakan dua buah lagu daerah dan dua buah lagu Barat.

 

Karena letak stand Indonesia yang sangat strategis, yaitu di dekat pintu gerbang dan panggung, maka stand Indonesia mendapat kunjungan cukup banyak dari pengunjung. Selama tiga hari berturut-turut tidak kurang dari 5.200 (lima ribu dua ratus) pengunjung melihat stand Indonesia. (Sumber: KJRI Toronto)