AMANAT PEMBINA UPACARA DALAM PERINGATAN HUT RI KE 65 TAHUN 2010 di KJRI Toronto

8/25/2010

 

Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan saudara-saudara sekalian yang saya hormati, Assalaammu'alaikum warakhmatullaaahi wabaaarakaaatuuuh.

Salam Sejahtera Bagi Kita Semua,

 

1.     Marilah pertama-tama kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan limpahan karuniaNya, pada hari ini kita berkumpul di tempat ini, dalam rangka memperingati peristiwa bersejarah, yaitu: Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dikumandangkan 65 tahun yang lalu oleh Proklamator kita, Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta.

2.     Peringatan HUT RI kali ini kita laksanakan dalam suasana bulan Ramadhan, yaitu bulan untuk mensucikan diri bagi umat muslim. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini saya menyampaikan ucapan "Selamat Menunaikan Ibadah Puasa" bagi yang menjalankan.

 

Saudara-saudara peserta upacara yang saya hormati,

 

3.     Setiap kali kita memperingati Hari Kemerdekaan, terdapat dua makna penting di dalamnya, pertama: sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa yang telah menganugerahkan kemerdekaan kepada Bangsa Indonesia. Kedua, sebagai wujud ungkapan terima kasih kita kepada para pejuang bangsa dan para pahlawan nasional, baik yang dikenal maupun tidak, yang telah mengorbankan jiwa raganya demi kemerdekaan Indonesia.

4.     Tema peringatan HUT RI tahun ini adalah: "DENGAN SEMANGAT PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945, KITA SUKSESKAN REFORMASI GELOMBANG KEDUA, UNTUK TERWUJUDNYA KEHIDUPAN BERBANGSA YANG MAKIN SEJAHTERA, MAKIN DEMOKRATIS DAN MAKIN BERKEADILAN".

5.     Masih segar dalam ingatan kita, bahwa dimulai dengan adanya krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1997, munculah gerakan reformasi yang akhirnya mampu menjatuhkan pemerintahan Orde Baru pada tahun 1998. Sejak saat itu kita memasuki era baru yang disebut era reformasi. Reformasi dilakukan di semua bidang, baik di bidang politik, ekonomi, hukum, sosial bahkan birokrasi.

6.     Perubahan mendasar dalam reformasi tersebut dimulai dengan dilakukannya amandemen UUD 1945 yang berdampak pada perubahan pengelolaan kenegaraan di berbagai bidang. Sejak saat itu, kita telah menyaksikan dibukanya kebebasan membentuk partai politik yang semula hanya terbatas 3 partai, dilakukan perubahan sistem kepemerintahan yang semula tersentralisir di pusat, dengan sistem desentralisasi yang memberikan kesempatan secara luas kepada pemerintah daerah untuk mengelola daerahnya secara otonom.

7.     Di bidang sosial, kita telah menyaksikan adanya kebebasan berpendapat, khususnya kebebasan pers yang pada masa Orde Baru sangat dibatasi dan diawasi. Sistem pendidikan nasional, sistem pelayanan kesehatan semuanya dilakukan perubahan. Demikian juga di bidang ekonomi, beberapa kebijakan di bidang moneter, fiskal dan perbankan telah dilakukan untuk menjaga kestabilan ekonomi Indonesia. Sistem perpajakan telah dilakukan perubahan mendasar guna meningkatkan pendapatan negara melalui pajak. Penegakan hukum mulai dilakukan guna memberantas koruptor dan sudah tidak terhitung berapa banyak pejabat dan bekas pejabat negara yang telah masuk penjara. Reformasi juga dilakukan dalam lingkungan birokrasi, dimana seluruh Kementerian telah melakukan perubahan yang pada intinya untuk melakukan pemerintahan yang bersih dan berwibawa bebas dari KKN.

8.     Salah satu hasil nyata dari reformasi yang mendapat pujian dari berbagai negara adalah pelaksanaan pemilihan umum, baik legislatif, eksekutif maupun pemilu daerah yang terlaksana secara demokratis, transparan, adil, bersih dan aman. Hal ini merupakan prestasi tersendiri bagi bangsa Indonesia, sehingga Indonesia mendapat sebutan dari negara lain sebagai negara demokratis terbesar ke tiga di dunia.

9.     Melalui reformasi yang saya sebutkan di atas, kini Indonesia telah menempati posisi yang berbeda dalam percaturan internasional. Kita sudah meninggalkan citra keterpurukan, citra instabilitas, dan citra konflik. Dunia telah memandang Indonesia sebagai tauladan, baik sebagai negara demokratis, negara yang mampu menjembatani Islam dan Barat, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, negara yang menjunjung kebebasan, pluralisme dan toleransi.

10.  Dengan predikat demikian, tidaklah mengherankan kalau banyak negara di dunia yang ingin menjalin hubungan dengan Indonesia. Dalam konteks hubungan luar negeri, hal ini sangatlah menguntungkan dan meringankan Indonesia dalam melaksanakan hubungan dengan negara lain. Hal ini juga merupakan kesempatan emas untuk mengambil manfaat dari kerjasama dengan negara-negara lain. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia dengan politik luar negeri bebas aktif, telah mengambil langkah strategis untuk menjadi bridge builder dan part of the solution dalam menghadapi setiap situasi internasional.

11.  Ada pepatah yang mengatakan: "tidak ada gading yang tidak retak". Demikian juga dalam pelaksanaan reformasi Indonesia, meskipun telah dilakukan upaya semaksimal mungkin, tetapi disana-sini masih terdapat kekurangan. Hal demikian ini tidak dapat dipungkiri, karena sebagai negara berkembang masih banyak hal-hal yang perlu mendapat perhatian, dan usia reformasi sendiri baru berjalan 10 tahun, waktu yang masih relatif pendek untuk belajar menuju suatu negara demokratis sebagaimana negara-negara maju lainnya.

12.  Hal demikian bukan berarti membuat kita lalu pasrah dan berpangku tangan, tetapi hendaknya dapat menggugah kita semua untuk ikut membantu pencapaian tujuan reformasi tersebut dengan berpartisipasi dalam proses reformasi berikutnya yang dicanangkan sebagai reformasi gelombang kedua. Tugas untuk mensukseskan reformasi menuju negara demokratis seperti yang diidam-idamkan, masih harus melalui jalan panjang dan berliku, serta memerlukan uluran tangan dari seluruh anak bangsa dimanapun berada.

13.  Semoga dengan meningkatnya partisipasi rakyat Indonesia dimanapun berada dan dalam bidang apapun, akan mampu melahirkan sebuah kekuatan dan semangat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih demokratis, lebih sejahtera, adil dan makmur sesuai dengan cita-cita pendiri negara Indonesia.

14.  Saya merasa bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh masyarakat Indonesia di Toronto dan sekitarnya, atas segala sumbangsih, kerjasama dan bantuan yang telah diberikan untuk bangsa dan negara Indonesia selama ini. Sejak dua tahun terakhir ini, saya menyaksikan bahwa masyarakat Indonesia telah menunjukkan kekompakannya. Masyarakat yang semula dalam kehidupan sosialnya terkelompok dalam berbagai organisasi, dan kegiatannyapun masih terbatas pada organisasi masing-masing, kini telah mulai dapat bekerjasama secara lintas organisasi.

15.  Hal ini telah ditunjukkan dalam melaksanakan kegiatan pengumpulan dana untuk korban gempa bumi di Padang tahun 2009 yang lalu. Masyarakat telah bersatu padu membentuk kepanitiaan yang terdiri dari berbagai unsur organisasi dan bekerja bergotong-royong dengan menanggalkan atribut masing-masing organisasi.

16.  Selain itu, masyarakat Indonesia juga telah bekerjasama dan bergotong-royong dalam mensukseskan keikutsertaan Indonesia dalam festival Carassauga bulan Mei yang lalu, sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan masing-masing.

17.  Kegiatan paling akhir yang juga mernbanggakan saya adalah kegiatan yang dilakukan pada tanggal 7 Agustus yang lalu oleh masyarakat Indonesia di kota London, Ontario bekerjasama dengan salah satu organisasi kemasyarakatan Indonesia, melakukan kegiatan yang saya kira baru pertama kali, yaitu memperingati HUT RI ke 65 secara swadaya. Mudah-mudahan hal ini akan diikuti oleh masyarakat Indonesia di tempat lain.

18.  Kegiatan-kegiatan tersebut di atas, merupakan awal dari suatu perkembangan masyarakat Indonesia di Toronto dan sekitarnya yang kelak akan dapat membawa ke suatu kebersamaan, kekompakan, persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia untuk tampil kedepan membawa citra Indonesia ke percaturan masyarakat Kanada yang sangat beragam dan multi etnik.

19.  Untuk itu, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Indonesia di Toronto dan sekitarnya. Sekaligus dalam kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan dukungan terhadap gagasan yang telah dibicarakan bersama, untuk membentuk satu wadah kegiatan masyarakat yang tergabung dalam suatu komite, agar dapat segera dilanjutkan dan diwujudkan. Dengan adanya suatu wadah khusus ini, saya yakin masyarakat Indonesia di Toronto akan lebih banyak dapat memberikan kontribusi positip baik terhadap masyarakat Indonesia di Toronto sendiri, maupun terhadap masyarakat dan negara Indonesia.

 

Saudara-saudara yang saya hormati,

20.  Sebelum saya akhiri sambutan ini, saya ingin mengingatkan bahwa dalam rangkaian peringatan HUT RI ke 65, kita masih akan melaksanakan acara Panggung Gembira. Mari kita sukseskan acara dari kita untuk kita ini, yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 18 September 2010. Kami juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam acara ini.

Demikian sambutan saya, semoga bermanfaat. Terimakasih kepada semua pihak atas partisipasi dan kerjasamanya. Dirgahayu Republik Indonesia ke 65.

 

Wabillaahit taufik wal hidayah,

Wassalaammu'alaikum warakhmatullaaahi wabaaarakaaatuuuh.

 

(Sumber: KJRI Toronto).