Midland, Ontario - Pada tanggal 23 Juni 2012 KJRI Toronto bekerjasama dengan pemilik sekaligus kapten kapal pesiar Georgian Queen (GQ), Steve Robillard telah mengadakan acara "Indonesian Cruise Night" dengan menyusuri perairan Georgian Bay yang terkenal dengan sebutan Thirty Thousand Islands, di daerah Penetanguishene, Midland, Provinsi Ontario.
Kapal pesiar GQ adalah kapal yang awalnya dikelola oleh orang tua Steve sejak tahun 1975, dan kemudian pada tahun 1995 Steve beserta istrinya mengambil alih pengelolaannya. Kapal ini mempunyai daya tampung 200 orang, dan beroperasi dari bulan Mei sampai dengan bulan Oktober.
Dalam " Indonesian Cruise Night " kali ini, acara sengaja dirancang secara khusus dengan menyajikan makanan dan kesenian Indonesia di atas kapal. Menu yang disajikan berupa martabak telor, rendang, oseng sayur tahu, sambal tomat, kerupuk udang, wajik, dan pisang goreng. Sementara itu kesenian yang ditampilkan adalah: tari Pendet, Tari Klono, dan tari Topeng Keras. Penumpang yang mengikuti cruise juga dibatasi sebanyak 100 orang dengan maksud untuk memberikan kenyamanan selama perjalanan.
Acara dimulai pukul 7.00 malam dengan menyusuri perairan Georgian Bay selama 3 jam untuk menikmati keindahan teluk yang kaya dengan pulau-pulau serta bangunan bersejarah. Makan malam dimulai sekitar pukul 7.30 setelah terlebih dahulu mendengarkan safety briefing dari kapten kapal. Sedangkan untuk kesenian, tari Pendet ditampilkan setelah penumpang menikmati makanan pembuka, tari Klono ditampilkan setelah selesai makan malam dan tari Topeng Keras ditampilkan pada saat kapal akan merapat ke anjungan.
Dalam rangka lebih mengenalkan Indonesia, dalam cruise ini juga dilakukan pemutaran video pariwisata Indonesia disela-sela acara perjalanan. Untuk menambah nuansa Indonesia, ruang utama kapal yang merupakan tempat berkumpulnya penumpang, pertunjukan kesenian dan pemutaran video dipasang dekorasi dengan menggunakan barang-barang khas Indonesia, seperti batik, kain ulos, wayang golek dan wayang kulit, serta menyediakan brosur pariwisata Indonesia. (Sumber: KJRI Toronto)