PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN KEMBALI SD PASKA GEMPA DI PADANG

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kedua sekolah dasar tersebut yakni SDN 43 Dadok, Tunggul Hitam Kota dan SDN 12 Pungguang Kasiak, Kecamatan Lubuk Alung, Padang Pariaman, selain akan dibangun kembali, menurut rencana juga akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana untuk proses belajar mengajar. Duta Besar Jusuf Anwar dalam pidato sambutannya mengatakan, bantuan ini merupakan bukti solidaritas yang tinggi dari masyarakat Indonesia di Jepang dan masyarakat Jepang untuk para korban gempa di Sumatera Barat. Beliau terenyuh melihat anak anak sekolah kepanasan belajar ditenda-tenda darurat dan sekolah sekolah darurat yang hanya dibuat dari triplek. Bagaimanapun juga anak anak harus tetap bersekolah, karena dengan sekolah dan belajarlah kita bisa merubah nasib menurut Duta Besar, yang datang dengan didampingi oleh Atase Pendidikan Edison Munaf dan Atase Perhubungan Nelson Barus. Lebih lanjut, Walikota Padang, Fauzi Bahar, dalam sambutannya pada peletakan batu pertama pembangunan kembali SDN 43 Dadok Tunggul Hitam, mengungkapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya dari pemerintah daerah dan masyarakat kota Padang. Pembangunan ini merupakan pembangunan sekolah yang keenam pasca gempa 30 September lalu. Akibat gempa ini, sebanyak 1.188 lokal dari ratusan sekolah di Kota Padang mengalami rusak berat dan perlu dibangun kembali. Pada lain kesempatan, dalam acara peletakan batu pertama pembangunan kembali SDN 12 Pungguang Kasiak, ditengah hujan lebat Duta Besar, Gubernur dan Bupati Padang Pariaman serta para pelajar dan masyarakat tetap antusias mengikuti acara tersebut. Bupati Padang Pariaman dalam sambutannya menyampaikan rasa haru dan terimakasih yang tak terhingga dengan dibangunnya segera SDN yang runtuh tersebut. Kalau selama ini masih banyak para donatur yang baru sebatas komitmen, tapi hari ini Bapak Duta Besar datang untuk membangun. Dalam sambutannya, Duta Besar berpesan pada kontraktor untuk segera mulai bekerja dan diharapkan dapat selesai dalam waktu 6 bulan, sehingga di tahun ajaran baru anak anak sudah bisa belajar di sekolah yang baru. Pemerintah dan masyarakat termasuk media diminta untuk juga turut mengawasi proses pembangunan kedua sekolah dasar tersebut. Gubernur Padang, Marlis Rahman, dalam sambutannya mengatakan bahwa pemilihan kedua SDN tersebut ditentukan setelah perwakilan KBRI Tokyo melakukan survey langsung ke lokasi lokasi SD yang rusak total di kedua daerah. Sebelum pembangunan dilaksanakan, Pemda dan Dinas Pendidikan di kedua daerah berkoordinasi dengan memberikan data pendukung pembangunan SDN mana yang perlu diprioritas, dan berdasarkan hasil koordinasi tersebut perwakilan KBRI Tokyo menetapkan kedua SDN yang disebutkan di atas. Diharapkan dengan dukungan semua unsur masyarakat dan pemerintah daerah, dalam waktu 6 bulan akan berdiri SDN yang representatif di kedua daerah tersebut.Total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan kedua SD tersebut beserta fasilitas pendukungnya sebesar Rp. 2.645.000.000.