Jaminan Kesehatan Nasional dan Kesehatan Lansia adalah Prioritas Indonesia

Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, menegaskan bahwa “Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kesehatan Lansia telah menjadi prioritas pembangunan kesehatan nasional”. Hal tersebut disampaikan Menkes RI dalam kesempatan dua Rountable Discussion pada Pertemuan ASEAN-Japan Health Ministers Meeting on Universal Health Coverage (UHC) and Population Ageing yang diselenggarakan di Tokyo pada tanggal 14-15 Juli 2017.

Pada Roundtable 1 mengenai “Achieving Sustainable UHC”, Menkes RI memaparkan pengalaman Indonesia dalam penyelenggaraan JKN sejak 2014. Dijelaskan bahwa Indonesia telah mentargetkan JKN menjangkau seluruh rakyat Indonesia (UHC) pada tahun 2019. Sampai dengan saat ini, JKN telah berhasil menjangkau 178 juta penduduk dan pemerintah membayar Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk lebih dari 95 juta rakyat miskin. JKN telah berhasil mengurangi pembiayaan mandiri sekitar 3,5 persen dan Menkes RI menegaskan “akan terus berupaya menurunkan pembiayaan mandiri tersebut sesuai dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030 melalui peningkatan JKN”. Menkes RI optimis dengan pencapaian JKN yang saat ini didukung oleh lebih dari 26 ribu fasilitas layanan kesehatan di seluruh Indonesia dengan dukungan kebijakan, regulasi, anggaran dan sumber daya manusia serta dukungan seluruh pemangku kepentingan kesehatan nasional dan daerah.

ASEAN dan Jepang mengapresiasi upaya Indonesia mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi antara lain memastikan dukungan anggaran yang berkelanjutan, menjamin kesiapan infrastruktur pelayanan kesehatan, memperkuat sistem kesehatan nasional, memperluas jangkauan dan monitoring penyelenggaraan JKN.

Pada Roundtable 2 mengenai “Promoting Integrated Care in Communities”, Menkes menjelaskan bahwa jumlah lansia di Indonesia saat ini telah meningkat menjadi sekitar 21,7 juta orang dan akan menjadi 40,9 juta pada tahun 2030. Hal tersebut memerlukan perhatian serius Pemerintah dalam hal penyediaan pelayanan kesehatan bagi para lansia dan dukungan JKN. Menkes RI menjelaskan bahwa saat ini, Pemerintah telah memiliki kebijakan dan program kesehatan lansia antara lain Rencana Aksi Nasional Kesehatan Lansia 2016-2019 dan Kelompok Kerja Kesehatan Lansia. Pemerintah juga telah mengembangkan 2.432 Puskesmas ramah Lansia, dan 76.547 unit layanan integrasi lansia di seluruh propinsi, serta Klinik Geriatrik di 14 Rumah Sakit. Dalam mendukung pelayanan kesehatan lansia yang terintegrasi, khususnya dalam distribusi tenaga kesehatan, telah dikembangkan pula Nusantara Sehat dan Wajib Kerja Dokter Spesialis.