INDONESIA WAKILI ASIA DALAM FESTIVAL ORCHID INTERNASIONAL

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Indonesia mendapat kehormatan dipilih sebagai wakil Asia pada pameran internasional yang digelar oleh Yomiuri Shimbun dan NHK (Japan Broadcasting Corporation). Empat negara lainnya adalah Madagaskar, Perancis, Canada, dan Columbia, masing-masing mewakili Afrika, Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Istri Duta Besar RI untuk Jepang, Siti Lastrijah Jusuf Anwar, memilih James Storei yang dikombinasikan dengan Celosia (jenger ayam) dan jahe Indonesia (Tapeinochillus ananassae) yang seluruhnya berwarna merah tua. Dendrodium hijau muda dan daun Pitosporum menambah keunikan karya Ery Natali Touwani dari Nefi Decor yang menampilkan gaya free style Indonesia. Unik, karena jenis bunga yang ditampilkan Indonesia berbeda dari ribuan jenis anggrek yang digunakan oleh peserta lainnya. Ini adalah bagian dari upaya promosi kepada masyarakat Jepang yang mencintai lingkungan tentang keragaman hayati Indonesia kata Duta Besar RI Jusuf Anwar pada acara yang dibuka oleh Permaisuri Takamado yang didampingi oleh kedua putrinya. Perdana Menteri Yukio Hatoyama yang juga pengagum anggrek, dalam sambutannya menyatakan bahwa dirinya terinspirasi oleh anggrek ketika berkunjung ke Bogor sekitar 30 tahun lalu. Japan Grand Prix International Orchid Festival telah masuk calendar events Jepang sejak 1990. Menurut Ketua Penyelenggara (Hidenori Sasaki) menampilkan sekitar 100 ribu tanaman) dari sekitar 3000 varietas anggrek dari daerah tropis, temperate, oriental, dan Jepang.Festival ini diikuti oleh 19 negara dan 150 exhibitor yang terdiri dari petani anggrek, pencinta anggrek, Asosiasi, dan industri/penjual anggrek. Setiap tahunnya festival yang berlangsung selama 10 hari diharapkan mampu menyedot lebih dari 400 ribu pengunjung. Tahun ini festival mengangkat tema Terimakasih Anggrek. Keistimewaan dalam festival ke-20 ini adalah ditampilkannya karya Permaisuri Takamado dengan tema "Save the Earth". Permaisuri dalam sambutan pembukaannya menyatakan penghargaan dan terima kasih kepada para istri Duta Besar negara sahabat yang telah meramaikan acara ini dengan menampilkan ke-khasan table decoration dan rangkaian anggrek masing-masing negara. Konsep yang ditampilkan Indonesia adalah "Tea for two in the rain forest" yang menampilkan tea-set silver khas Indonesia dengan latar belakang kain songket Palembang, tampak selaras dengan konsep karya Permaisuri. Dalam festival ini ditampilkan pula jenis Pahiopedilum sanderianum (endemik Kalimantan) yang telah masuk Guiness Book tahun 2006 karena memiliki stein terpanjang. Indonesia memiliki anggrek (Orchidaceae) endemik terbesar kedua di dunia setelah Brazil, 5.000 dari 26.000 jenis tersebar di kepulauan Indonesia.