Hasil konkrit kunjungan kerja Presiden RI ke Jepang Pengiriman misi ekonomi Keidanren ke Jakarta

Keidanren merupakan salah satu asosiasi bisnis paling terkemuka di Jepang yang sering kali dilibatkan Pemerintah Jepang dalam perumusan kebijakan ekonomi negara ini. Keidanren beranggotakan lebih dari 1.300 perusahaan yang semuanya adalah perusahaan multinasional dengan cakupan operasi yang bersifat global.

KBRI Tokyo segera menindaklanjuti kunjungan kerja Presiden RI ke Jepang belum lama ini, dengan memfasilitasi pengiriman misi ekonomi Keidanren ke Jakarta,” demikan diutarakan oleh Dubes RI Tokyo Yusron Ihza Mahendra. “Bapak Presiden pada saat mengunjungi Tokyo dan Nagoya bulan Maret lalu telah melakukan serangkaian kegiatan dan pertemuan dengan dunia usaha Jepang termasuk Keidanren. Karenanya, pengiriman misi ke Indonesia ini ditujukan untuk membahas secara lebih mendalam dan terperinci berbagai bentuk kontribusi dunia usaha Jepang bagi implementasi program pembangunan prioritas Indonesia di bidang infrastruktur, maritim, tenaga listrik serta percepatan pembangunan di daerah,” Dubes Yusron menjelaskan lebih lanjut.

Misi ekonomi Keidanren dipimpin langsung oleh Ketua asosiasi tersebut, Mr. Sadayuki Sakakibara, yang juga merupakan Chairman dari Toray Industries. Misi terdiri dari 18 orang pengusaha terkemuka Jepang yang semuanya merupakan CEO / Chairman dari perusahaan-perusahaan multinasional Jepang, dengan didampingi 28 staf pendukung. Perusahaan yang berpartisipasi mencakup berbagai sektor usaha, mulai dari trading house (“sogo sosha”) hingga heavy industries, pertambangan hingga elektronik, jasa keuangan hingga produk pangan.

Pada kesempatan kunjungan di Jakarta, para anggota misi telah melakukan kunjungan kehormatan dan dialog dengan Presiden RI Bapak Joko Widodo, Wakil Presiden RI Bapak Jusuf Kala, Menteri Perindustrian Bapak Saleh Husein, Menteri Luar Negeri Ibu Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Bapak Rachmat Gobel, Menteri Keuangan Bapak Bambang Brodjonegoro, dan Kepala BKPM Bapak Franky Sibarani. Di samping itu, telah berlangsung pula working lunch dengan KADIN dan juga dengan Sekjen ASEAN.

Misi ekonomi Keidanren ini juga telah membawa beberapa hasil nyata. “Pada kesempatran press briefing di Jakarta, Ketua Keidanren telah mengumumkan target dan komitmen agar dunia usaha Jepang kembali menempati peringkat pertama investor asing terbesar di Indonesia, naik dari posisi saat ini di peringkat kedua,” demikian dijelaskan Dubes Yusron. “Keidanren juga menyampaikan komitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi tidak saja untuk konsumen dalam negeri tetapi juga pasar ekspor, serta untuk meningkatkan kandungan lokal dalam produksi perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia.” Di samping itu, Keidanren juga menyampaikan dukungannya bagi penyelenggaraan Asia Africa Business Summit oleh Indonesia di Jakarta tanggal 21-22 April 2015 melalui pengiriman delegasi tingkat tinggi pada acara tersebut.


“Salah satu yang juga kami sambut baik adalah pernyataan sikap Keidanren bahwa berbagai tantangan yang saat ini masih dihadapi dalam berinvestasi di Indonesia seperti keterbatasan kapasitas infrastruktur logistik dan tenaga listrik tidak akan disikapi sebagai masalah melainkan sebagai peluang, melalui partisipasi dunia usaha Jepang dalam penanganan masalah tersebut,” Dubes Yusron menjelaskan lebih lanjut.

Kunjungan Keidanren ke Indonesia mencerminkan semakin pentingnya posisi Indonesia bagi dunia usaha Jepang. Hal ini antara lain terlihat dari bentuk kunjungan yang eksklusif dan hanya mengunjungi Indonesia tanpa dirangkaikan dengan negara lain, berbeda dengan misi-misi ekonomi Keidanren lainnya yang lazimnya mengunjungi beberapa negara dalam satu kunjungan.