HANOMAN DUTA, PERSEMBAHAN INDONESIA BAGI DUNIA

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Tim Indonesia yang beranggotakan 4 personil antara lain Agustono Gentari, Bambang Supriyanto, Giri Subagio, dan Awan Simatupang tidak gentar bersaing dengan 13 (tiga belas) kompetitor mereka. Peserta festival patung salju lainnya berasal dari Amerika Serikat, Singapura, Thailand, New Zealand, Hawaii, Belanda, Polandia, RRC, Russia, Finlandia, Korea, Swedia dan Hongkong. Tim Indonesia dalam kejuaraan kali ini menampilkan tema pahatan berjudul “Hanoman Duta”, tema ini selain identik dengan tema-tema klasik yang ditampilkan oleh Indonesia dalam berbagai pagelaran seni Internasional juga memiliki simbolisme tertentu. Menurut koordinator pemahat, Agustono Guntari, karya patung salju yang menggambarkan Rahwana yang sedang bertarung dengan Hanoman memang sengaja dipilih karena merupakan simbol yang sudah mendunia sebagai persembahan kepada masyarakat internasional yang sengaja datang dari berbagai penjuru dunia untuk menyaksikan festival ini dan sekaligus menginspirasikan perjuangan Indonesia yang kembali dapat berpartisipasi dalam festival tahun ini. Indonesia sebelumnya pernah menjadi juara umum pada festival yang sama pada tahun 1987, 1995 dan 1996. Tantangan yang dihadapi oleh tim Indonesia beraneka ragam mulai dari media latihan yang digunakan selama di Indonesia sampai dengan ekstrimnya cuaca dingin yang harus dihadapi selama kompetisi berlangsung. Untuk latihan selama berada di Jakarta, tim menemukan solusi kreatif yakni melalui penggunaan styrofoam sebagai media pahatan. Mereka juga tiba 1 hari lebih awal dari jadwal untuk melakukan adaptasi bagi tim sebelum mulai pertandingan. KBRI Tokyo sejak seminggu sebelumnya telah menyebarluaskan keikutsertaan Tim Indonesia dalam Festival Patung Salju ke Sapporo ke 61 kepada masyarakat Indonesia di Hokkaido. Komunitas Indonesia di Sapporo menyambut dengan antusias partisipasi tim Indonesia dalam acara tahunan yang dihadiri oleh sekitar 2 juta orang dari seluruh dunia. Asosiasi persahabatan Indonesia-Jepang dan masyarakat Indonesia yang bermukim di Sapporo menyatakan kebanggaannya bahwa tim Indonesia kembali bisa ikut serta setelah absen pada tahun sebelumnya. Tim Indonesia sendiri terdiri dari berbagai macam latar belakang antara lain asosiasi pematung Indonesia, hotel dan swasta. Festival yang berakhir pada tanggal 8 Februari 2010 memilih Thailand sebagai juara utama, dan Indonesia menempati posisi keenam dari 14 (empat belas) negara setelah Finlandia (tempat kelima), Rusia (tempat keempat), Hongkong (tempat ketiga), dan New Zealand (tempat kedua). Koordinator tim mengungkapkan bahwa fokus utama tim dalam festival adalah untuk memperluas pergaulan internasional dan juga untuk mengukuhkan citra Indonesia di panggung internasional sebagai bangsa yang memiliki seniman pemahat berbakat.