ASEAN DAN JEPANG SEPAKAT KERANGKA ARSITEKTUR REGIONAL DENGAN MENEKANKAN SENTRALITAS ASEAN

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pembahasan mengenai prakarsa arsitektur regional menjadi salah satu pokok bahasan penting dalam Pertemuan ke-25 ASEAN – Japan Forum (AJF) yang telah diselenggarakan di Tokyo tanggal 15-16 Desember 2009. Pertemuan yang di pimpin bersama oleh Dubes Imron Cotan, sebagai Ketua SOM ASEAN-Indonesia dan Wakil Tetap Jepang untuk ASEAN, Dubes Katori, menegaskan kembali pentingnya pembentukan arsitektur regional dengan menekankan sentralitas ASEAN.  Lebih lanjut disampaikan oleh delegasi yang hadir dalam AJF, bahwa ASEAN telah memberikan contoh (set the tone) bahwa pembentukan sebuah prakarsa regional yang hendaknya dapat dilakukan secara gradual dan logis, dimana kerjasama dimulai secara bertahap mulai dari ASEAN+1, +3 dan sebagainya serta mempertimbangkan kondisi negara-negara di kawasan, sehingga cocok (fit) dengan tujuan bersama untuk mengembangkan kapasitas kawasan.

 

Pertemuan ke-25 AJF tersebut diselenggarakan untuk pertama kalinya di bawah koordinasi Indonesia serta dalam konteks administrasi baru Jepang yang dipimpin PM Yukio Hatoyama dan juga oleh Pemerintah baru dibawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pertemuan juga membahas berbagai isu lainnya seperti tinjauan hubungan kemitraan ASEAN-Jepang yang mencakup isu-isu pokitik, ekonomi dan sosial budaya seperti kerjasama kelautan, pemberantasan terorisme, kejahatan transnasional, ASEAN connectivity, perdagangan bebas, kerjasama perubahan iklim, disaster management, exchange of people, Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths (JENESYS); perkembangan arsitektur regional terkait usulan pembentukan East Asia community (EAc) dan Asia Pacific community (APc); dan isu-isu regional dan internasional seperti Semenanjung Korea, proses perdamaian di Timur Tengah dan APEC.

 

Terdapat optimisme yang tinggi diantara negara-negara ASEAN yang hadir dalam pertemuan tersebut. Kebijakan politik luar negeri PM Yukio Hatoyama sangat menekankan pentingnya peningkatan hubungan dengan Asia, khususnya ASEAN. Meskipun demikian, Jepang juga tetap melanjutkan dan memperkuat hubungannya dengan AS. Pentingnya Asia termasuk ASEAN dalam cakupan kebijakan luar negeri Jepang ini antara lain diwujudkan dengan frekuensi kunjungan PM Hatoyama selama 2009 yang mayoritas mengunjungi negara-negara Asia termasuk negara-negara ASEAN. Selain itu Jepang juga mengindikasikan bujet pemerintahan baru untuk kerjasama luar negeri yang saat ini sedang dibahas, akan banyak memfokuskan kepada dukungan kerjasama dengan Asia. Selain itu Jepang juga menggarisbawahi komitmennya untuk terus memberikan dukungan terhadap 3 pilar ASEAN Community yaitu ASEAN Security Community, ASEAN Economic Community, dan ASEAN Socio-Cultural Community, sekaligus dukungan kepada ASEAN untuk mewujudkan ASEAN connectivity.

 

Sebagai Country Coordinator hubungan kemitraan ASEAN-Jepang selama 2009-2011, Indonesia menyampaikan penghargaan tinggi kepada Pemerintah Jepang yang telah memberikan dukungan kepada ASEAN selama ini serta menjadi mitra dialog yang penting bagi ASEAN, terutama terhadap peran ASEAN sebagai driving force di kawasan. Indonesia juga menyampaikan harapan agar Jepang terus memberikan dukungan dan meningkatkan kerjasama dengan ASEAN guna mewujudkan Komunitas ASEAN 2015. Pertemuan ke-26 ASEAN-Japan Forum selanjutnya akan diselenggarakan di salah satu kota besar Indonesia pada 25-26 November 2010.