TATAP MUKA KOMISI I DPR RI DENGAN KBRI DEN HAAG

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 21 Juni 2010, Delegasi Komisi I DPR RI yang dipimpin oleh Ketua Komisi I DPR RI, Bpk. Kemal Azis Stamboel (F-PKS), didampingi Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Kemlu RI,  Bpk. Hamdani Djafar, dan anggota Komisi I DPR RI berjumlah 17 orang anggota Dewan, termasuk staf Sekretariat DPR RI telah mengadakan tatap muka dengan Duta Besar RI untuk Kerjaan Belanda, Bpk. J.E. Habibie beserta seluruh staf KBRI Den Haag.

dprKunjungan Komisi I ini bertujuan untuk mendapatkan masukan mengenai perkembangan politik dalam negeri  Belanda khususnya terkait dengan: hubungan kerjasama bilateral Indonesia-Belanda di berbagai bidang; kinerja KBRI Den Haag dalam meningkatkan hubungan kerjasama kedua negara;  peluang-peluang kerjasama di masa datang; serta beberapa isu terkait dengan gerakan RMS dan Papua Merdeka di Belanda. Pertemuan dengar pendapat dengan Komisi I DPR RI diselenggarakan di Aula Nusantara KBRI Den Haag dan dihadiri  oleh seluruh Home staf dan Atase Teknis KBRI Den Haag.

Mengawali pertemuan, Duta Besar RI untuk Kerjaan Belanda Bpk. J.E. Habibie menyampaikan beberapa hal pokok tentang perkembangan peta politik dalam negeri Belanda khususnya konstelasi politik dalam negeri Belanda yang sedang dalam masa transisi menuju koalisi pembentukan kabinet Pemerintahan baru hasil pemilu nasional Belanda awal bulan Juni 2010. Dubes  J.E. Habibie pada intinya menyampaikan bahwa capaian tertinggi diplomasi Indonesia di Belanda ditandai oleh pengakuan (secara moral dan politik) Pemerintah Belanda yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Belanda  H.E Bernard Bot pada tahun 2005 atas kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.
 
dprSebagai refleksi pengakuan tersebut dan kedekatan hubungan kedua negara, untuk pertamakalinya dalam sejarah hubungan bilateral Indonesia – Belanda PM Belanda Balkanende bersama beberapa jajaran kabinetnya  hadir dalam resepsi perayaan  HUT RI tahun 2008 di Wisma Duta. Hubungan kerjasama bilateral dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Di sektor pariwisata, jumlah wisman Belanda ke Indonesia meningkat menjadi 145.000 orang. Belanda merupakan salah satu pasar wisata Indonesia terbesar di Eropa. Di sektor perdagangan, volume perdagangan kedua negara tahun 2009  mencapai ± US$ 4 milyar, lebih dari separuhnya adalah positif untuk Indonesia.

Selain itu, dalam kerangka promosi terpadu TTI dan promosi kuliner Indonesia kepada 1.7 juta WN belanda yang mempunyai ikatan emosi dengan Indonesia, KBRI Den Haag telah pula menyelenggarakan Pasar Malam Indonesia yang pertama kali dilakukan pada bulan April 2010 yang dikunjungi lebih dari 30.000 orang.  Mempertimbangkan besarnya animo masyarakat terhadap Pasar Malam Indonesia, KBRI Den Haag telah menjadikan Pasar Malam Indonesia sebagai kegiatan promosi tahunan. Promosi agresif KBRI dalam menggarap pasar Belanda juga diperkuat dengan kembalinya terbang Garuda Indonesia ke Belanda pada tanggal 2 Juni 2010.

dprTerkait dengan isu RMS dan Papua, KBRI Den Haag juga proaktif  melakukan berbagai pendekatan budaya kepada kelompok-kelompok garis keras yang ada di Belanda. Pada bulan April 2010 yang lalu, untuk kedua kalinya KBRI mendatangkan tim kesenian Pelagandong dari Ambon dan mengadakan pertunjukan seni-budaya di beberapa kota di Belanda. Pendekatan budaya ini dipandang sangat bijak dan mendapat sambutan yang sangat positif, bahkan banyak diantara mereka yang sudah mendukung NKRI.

Dalam acara tanya jawab, para anggota Komisi I DPR RI pada intinya menyampaikan tanggapan positif atas kinerja Dubes RI dan jajarannya yang dipandang sukses dalam memanfaatkan peluang dan melakukan terobosan dalam diplomasi Indonesia di Belanda. Beberapa catatan tambahan yang disampaikan oleh anggota Komisi I adalah kemungkinan untuk melakukan penjajakan kerjasama kota kembar antara Amsterdam dengan Jakarta khususnya dalam hal penanganan sistim irigasi; peningkatan kerjasama dibidang terutama di bidang teknik sipil; penjajagan kerjasama militer yang pernah dilaksanakan dengan kota Breda namun terhenti sampai sekarang dan kontinuitas pendekatan hubungan dengan generasi muda RMS dan Papua Merdeka.

Acara dengar pendapat diakhiri dengan pertukaran cinderamata dan jamuan santap siang bersama  oleh Dubes RI dan seluruh staf KBRI Den Haag.