Staf KBRI Den Haag bersama Masyarakat Lakukan Doa Bersama untuk Gus Dur

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Staf KBRI Den Haag bersama masyarakat Indonesia di Belanda secara spontanitas melakukan doa bersama untuk mengenang almarhum KH Abdul Rahman Wahid (Gus Dur) yang wafat sore tadi 30 Desember 2009 (atau sekitar jam 12.45 waktu Belanda). Berita wafatnya Gus Dur merebak begitu cepat ditengah masyarakat Indonesia yang tinggal di Belanda. Rasa terkejut dan duka yang dalam banyak disampaikan melalui telefon ke KBRI. Untuk itu Dubes RI Den Haag Bapak JE Habibie, segera memerintahkan untuk menggelar doa bersama dan tahlilan malam ini (30/12/09) bertempat di aula KBRI Den Haag .

Meskipun dalam waktu yang relatif pendek, doa bersama tersebut banyak dihadiri masyarakat dan staf KBRI dari kalangan muslim maupun non-muslim. Usai melakukan doa bersama, masyarakat muslim melanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci alqur’an serta tahlilan bersama. Sementara itu masyarakat yang non-muslim juga melanjutkan dengan do’a bersama yang ditujukan bagi almarhum Gus Dur.

Selain itu, KBRI Den Haag juga sudah mempersiapkan buku duka (condolence book) selama tiga hari untuk masyarakat dan kalangan Korps diplomatik yang dimulai tanggal 31 Desember, dan tanggal 4 – 5 Januari 2010. Namun demikian, mulsi sore tadi (30 Desember 2009) masyarakat sudah mulai berdatangan ke KBRI menyampaikan rasa belasungkawa yang dalam. Tahlilan dan doa bersama ini akan dilakukan secara berturut-turut selama tiga hari dan hari ke-tujuh di KBRI Den Haag. Acara ini juga akan dilakukan di berbagai Mesjid Indonesia yang ada di Belanda serta di Gereja-gereja di tempat komunitas masyarakat Indonesia tinggal di Belanda.

Di Belanda saat ini cukup banyak bermukim masyarakat Indonesia kolega dekat Gus Dur yang dulunya sama-sama menuntut ilmu di Mesir dan Baghdad.  Mereka tersebut, juga hadir melakukan tahlilan bersama masyarakat lainnya di KBRI Den Haag.