Partisipasi Indonesia pada Konferensi Negara Pihak KSK Ke-20

Indonesia berpartisipasi dalam Konferensi Negara Pihak pada Konvensi Senjata Kimia (KSK) ke-20 di Den Haag, pada tanggal 30 November – 4 Desember 2015. Konferensi merupakan organ pleno yang terdiri dari seluruh negara Pihak KSK, diselenggarakan setahun sekali, dan ditujukan untuk mengambil keputusan penting dalam rangka mempromosikan tujuan KSK.
Delegasi RI dipimpin oleh Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI – Den Haag, Ibnu Wahyutomo, serta terdiri dari unsur KBRI Den Haag, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perindustrian.
 
KUAI menyampaikan pernyataan resmi Delegasi RI pada sesi Debat Umum dalam Konferensi pada tanggal 1 Desember 2015. KUAI menekankan bahwa dunia yang bebas dari senjata kimia tidak hanya bergantung pada faktor bertambahnya jumlah negara Pihak KSK, tetapi juga pada nilai-nilai universalitas KSK yang diimplementasikan sepenuhnya oleh seluruh negara Pihak.
 
Indonesia mengapresiasi Anglola dan Myanmar yang telah bergabung dengan KSK pada tahun 2015 sebagai lengkah penting bagi pelaksanaan universalitas KSK. Implementasi penuh KSK oleh seluruh negara Pihak merupakan jaminan bagi perlucutan senjata kimia dan pencegahan digunakannya bahan kimia berbahaya sebagai senjata menuju terwujudnya dunia internasional yang aman dan damai.
 
Selanjutnya, Indonesia menyambut baik pembentukan Mekanisme Investigasi Gabungan OPCW-PBB (JIM) yang diharapkan melakukan tugasnya secara objektif, imparsial dan profesional dengan dukungan penuh dari pemerintah Suriah.
 
Indonesia juga mendorong OPCW untuk mengambil peran lebih maksimal dalam memfasilitasi negara-negara anggotanya guna melakukan pertukaran teknologi kimia, keahlian, dan IT terkait pengembangan industri kimia yang tidak dilarang oleh KSK, yang dapat berdampak positif pada pengembangan ekonomi.
 
Dalam rangka memperteguh komitmen Indonesia sebagai negara Pihak, Indonesia bekerjasama dengan Sekretariat Teknis OPCW akan menyelenggarakan pelatihan di Indonesia pada kuartal pertama tahun 2016 untuk berbagi keahlian dan pengalaman kepada negara Pihak lainnya dalam kerangka kerja sama OPCW.