PASAR MALAM INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN PERSAHABATAN INDONESIA-BELANDA

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

"Pasar Malam Indonesia (PMI) tidak komersial karena tujuan utamanya adalah meningkatkan hubungan bilateral Indonesia-Belanda serta hubungan emosional antara kedua bangsa," demikian penegasan Dubes RI untuk Kerajaan Belanda, Bapak J.E. Habibie, pada saat acara Jumpa Pers menyambut PMI yang diadakan Di Aula KBRI Den Haag tanggal 18 Maret 2010 lalu. Dalam acara tersebut hadir di antaranya perwakilan dari 16 media massa Belanda maupun sejumlah koresponden media massa Indonesia yang menetap di Belanda (Detik.com, Antara, dan TVRI).

jumpa pers PMIDalam kesempatan Jumpa Pers tersebut, Dubes Habibie juga mengemukakan antara lain bahwa penyelenggaraan PMI pada tanggal 1 – 5 April 2010 di lapangan Malieveld, Den Haag ini didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Den Haag beserta sejumlah instansi di Indonesia seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Kementerian Pendidikan dan berbagai Pemerintah Daerah, serta Garuda Indonesia.

Kegiatan PMI merupakan langkah proaktif KBRI Den Haag dalam mempromosikan Perdagangan, Pariwisata dan Investasi (Trade Tourism and Investment-TTI) serta seni budaya Indonesia di Belanda. Oleh karena itu, guna mengoptimalkan upaya promosi, akan diselenggarakan pula side events berupa business meeting, table top meeting roadshow seni budaya dan sebagainya. Selain itu, atraksi yang cukup unik dalam PMI adalah pemilihan Miss Indonesisch yang diharapkan dapat menarik perhatian generasi muda Belanda.

jumpa pers PMIPada saat PMI, para pengunjung dapat menikmati kekayaan kuliner Indonesia dengan nuansa tanah air, sambil menyaksikan penampilan sejumlah artis terkemuka Indonesia, di antaranya Sundari Soekotjo, Leo AFI, Intan Permatasari, dan Andre Hehanusa, yang akan menghibur dengan lagu-lagu hits karyanya dan lagu-lagu tradisional Maluku. Sementara dari Belanda sendiri akan tampil kelompok Night Breakers, Blue Diamond (Riem de Wolff) dan Marabunta.

PMI pada dasarnya ingin mempromosikan seluruh daerah/provinsi di Indonesia, namun mengingat keterbatasan waktu penyelenggaraan maka tidak semua wilayah dapat unjuk gigi tahun ini. Jika PMI pertama ini dinilai sukses maka bukan tidak mungkin akan ditampilkan sebanyak mungkin daerah di Indonesia

Perlu ditegaskan kembali bahwa PMI bukan merupakan pesaing dari berbagai pasar malam yang sudah eksis di Belanda. Perbedaaan utama dari PMI adalah tujuannya yakni untuk mempromosikan negara dan hubungan bilateral Indonesia-Belanda, serta yang paling pokok hanya menampilkan hasil karya bangsa Indonesia.