Menlu RI Sematkan Bintang Mahaputra Utama Pada Tiga Warga Belanda

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 9 Oktober 2009, Menteri Luar Negeri Indonesia, Bapak Dr. N. Hassan Wirajuda, melakukan kunjungan dinas ke Belanda dalam rangka menyematkan Bintang Mahaputera Utama kepada tiga warga Belanda yang dianggap sangat berjasa dalam meningkatkan hubungan bilateral RI-Belanda.
Selain acara utama tersebut, sepanjang pagi dan siang hari, Menlu RI memanfaatkan kehadirannya di negeri Kincir Angin ini untuk melakukan kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri Belanda, Jan Peter Balkenende,  serta mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Belanda, Maxime Verhagen. Pertemuan dengan Menlu Belanda yang berlangsung di kota Leiden tersebut kemudian dilanjutkan dengan peninjauan kampus serta perpustakaan di lingkungan Universitas Leiden. Pada malam harinya, Menlu RI  menghadiri upacara penganugerahan Bintang Mahaputera Utama di Wisma Duta Besar RI Den Haag di kawasan Wassenaar.

Adapun ketiga penerima Bintang Mahaputera Utama tersebut adalah sebagai berikut:
  • Dr. Bernard Rudolf Bot. Selama menjabat sebagai Menlu Belanda periode 2003-2007, Dr. Bot telah berhasil meletakkan dasar yang kuat untuk memajukan hubungan bilateral RI-Belanda, khususnya dalam memperjuangkan penerimaan secara moral dan politis Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945 oleh Belanda tahun 2005 lalu.
    * Hans van Baalen. Sebagai anggota Partai VVD yang berpengalaman di Parlemen Belanda, dan saat ini menjadi anggota Parlemen UE, Mr. Van Baalen senantiasa vokal menjaga konsistensi dukungan Parlemen Belanda terhadap integritas NKRI, serta dalam mengembangkan hubungan bilateral RI-Belanda.
  • Jacques Zeno Brijl. Selama hampir 50 tahun, Yayasan Horizon Holland di bawah pimpinan Mr. Brijl selalu berupaya memajukan hubungan bilateral Indonesia-Belanda, khusususnya di lingkungan masyarakat madani (civil society). Yayasan ini terutama bergerak di bidang kesehatan, bekerjasama dengan sejumlah lembaga di Indonesia, antara lain dengan memberikan sumbangan berbagai perlengkapan medis.
    Dalam upacara yang dibuka oleh Duta Besar RI, J.E. Habibie tersebut hadir di antaranya Menlu Maxime Verhagen, sejumlah pejabat tinggi pemerintah dan partai politik, akademisi, tokoh LSM, jurnalis dari Indonesia dan Belanda, serta kerabat dan handai taulan para penerima anugerah bintang  tanda jasa.
    Dalam sambutannya, Menlu RI menyampaikan antara lain bahwa ketiga penerima Bintang Mahaputra Utama tersebut merupakan kawan sejati Indonesia yang telah memainkan peran penting dalam memperkokoh persahabatan dan meningkatkan kerjasama bilateral Indonesia-Belanda. Ditekankan pula bahwa acara ini sekaligus untuk merayakan persahabatan erat antara suatu negara maju dan negara berkembang yang telah diuji sejarah dan diisi dengan kerjasama komprehensif saling menguntungkan. Persahabatan inilah yang dapat dibanggakan dan dijadikan teladan oleh negara-negara lain.

Sementara itu, Menlu Belanda menggarisbawahi peran penting yang telah dimainkan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Beliau juga berharap bahwa Perjanjian Comprehensive Partnership yang akan menjadi kerangka dialog dan hubungan Indonesia-Belanda akan dapat ditandatangani segera oleh Kepala Pemerintahan kedua negara. Selian itu, disinggung pula tentang komitmen Pemerintah Belanda untuk memberikan bantuan € 500.000 bagi para korban gempa di Sumatera Barat.