Angklung Dipromosikan di Den Haag

Berkolaborasi dengan Saung Angklung Udjo Bandung, KBRI Den Haag bersama Rumah Budaya Indonesia telah mementaskan pagelaran angklung di Levi Zaal, Gedung Museon, Den Haag pada Rabu, 25 November 2015.
Memainkan sejumlah lagu yang cukup dikenal oleh telinga masyarakat internasional dan Indonesia, sejumlah 21 pemain angklung ini mampu menghipnotis para penonton yang sebagian besar adalah masyarakat Belanda pecinta Indonesia.
 
Atraksi lincah para pemusik ini mampu memukau sekitar 250 hadirin yang memenuhi ruangan pertunjukan tersebut.
 
Pertunjukan spektakuler tersebut dimulai dengan memainkan lagu Buncis, Tanase, dan Cubana. Pertunjukan yang interaktif itu juga menyertakan penonton untuk memainkan lagu lagu Burung Kakak tua, dan We Are the World.
 
Sedangkan pada saat sesi orchestra, para pemusik memainkan lagu-lagu medley dari 7 propinsi yakni Beungong Jeumpa, Sinangar Tulo, Jali-Jali, Poco-Poco, Angin Mamiri,  Janger dan Yamko Rambe Yamko. Alunan lagu Blue Danube dan Es Lilin menjadi lagu penutup pertunjukan malam itu.
 
Masyarakat yang hadir pun tidak lekas meninggalkan tempat ketika pertunjukan diakhiri. Mereka masih terus meminta foto dengan para pemusik. Kesan mendalam semakin tercipta ketika angklung yang awalnya dibagikan sebagai sarana bermain interaktif akhirnya diberikan kepada penonton sebagai kenang-kenangan.
 
KBRI Den Haag, 25 November 2015
Foto oleh Herwin Wells