PAMERAN PERHIASAN RAJA JAWA KUNO DI WERELDMUSEUM ROTTERDAM

10/9/2014

 

?Wereldmuseum – art galleries, Rotterdam, kembali mengadakan pameran perhiasan emas murni kuno Indonesia milik para kolektor terkemuka dari berbagai negara seperti Amerika Serikat dan  Eropa dengan tema Goud der Goden Uit Het Oude Java (Perhiasan Emas dari Para Raja  Jawa Kuno), mulai tanggal 2 Oktober 2014, bertempat di Wereldmuseum Rotterdam.  Sebelumnya Wereld museum pada tahun 2013 juga menyelenggarakan pameran koleksi kain kuno dari berbagai daerah Indonesia.

Pameran perhiasan emas murni Raja Jawa Kuno tersebut, dibuka oleh Direktur Wereldmuseum, Stanley Bremer pada acara pembukaan yang dihadiri oleh tamu terbatas dengan persembahan tarian tunggal jawa tradisional dengan iringan gending yang dilantunkan oleh para pemain Gemelan Jawa yang sebagian berkembangsaan Belanda.
 
Dalam pameran tersebut digelar  beragam  perhiasan emas dan batu mulia yang dipakai para raja dan ratu Kerajaan Buddha pada abad ke-7 maupun Kerajaan Hindu pada awal abad ke-11 di wilayah Jawa. Beberapa perhiasan milik raja Jawa kuno  tersebut dipamerkan dalam bentuk lengkap, mulai dari mahkota, kalung, leontin, gelang dan ikat pinggang yang terbuat dari emas murni.
 
Perhiasan yang saat ini dimiliki oleh para kolektor tersebut, terdiri dari mahkota, leontin, gelang, cincin, patung Buddha, patung Wishnu, ornamen Gadjah, hiasan dinding, dengan kondisi dan warna emas yang relatif sempurna.  Motif perhiasan dibuat sedemikian detail dan sangat halus, sehingga terlihat sangat sempurna pengerjaannya dan selintas agak sulit dibedakan dengan perhiasan dengan teknik pengerjaan secara modern.
 
Demikian pula teknik pengikatan antara cincin atau mahkota emas dengan batu mulia juga menggambarkan tingginya tingkat pengetahuan para ahli perhiasan pada jaman kerajaan Buddha dan Hindu abad ke-7.
 
Pameran perhiasan raja Jawa Kuno, milik para kolektor terkemuka tersebut mendapatkan sambutan dari berbagai kalangan di Belanda, tidak hanya para ahli sejarah, pengelola museum dan art-gallery, melainkan juga para pecinta perhiasan modern, kalangan muda,  serta kolektor