Dukung Promosi Minyak Sawit, Indonesia Bergabung Dalam EPOA

Indonesia diwakili oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) resmi menjadi anggota European Palm Oil Alliance (EPOA). Dokumen kesepakatan keanggotaan tersebut ditandatangani oleh Sekjen GAPKI, Pierre Togar Sitanggang, dan Ketua EPOA, Frans Claassen, di kantor EPOA di Zoetermeer, Belanda, pada tanggal 12 Februari 2016. Penandatanganan kesepakatan tersebut disaksikan oleh KUAI RI Den Haag, Ibnu Wahyutomo, dan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, Dr. Bayu Krisnamurthi serta dihadiri para anggota Steering Committee EPOA.

Menurut Dr. Bayu Krisnamurthi, keanggotaan pada EPOA menegaskan bahwa Indonesia selalu memandang Eropa sebagai salah satu pasar sekaligus mitra utama dalam perdagangan minyak sawit. Diharapkan kerja sama dengan EPOA untuk meningkatkan dialog dengan para pemangku kepentingan industri minyak sawit di Eropa. Selaras dengan hal tersebut, KUAI RI Den Haag juga menegaskan keanggotaan dalam EPOA bermakna strategis untuk mempromosikan produk minyak sawit Indonesia serta menanggulangi kampanye negatif terhadap minyak sawit di Eropa. Ditambahkan pula bahwa selama ini KBRI Den Haag memiliki hubungan yang baik dengan EPOA.

Frans Classen menyambut baik keanggotaan Indonesia melalui GAPKI mengingat peran Indonesia sebagai negara eksportir produk minyak sawit terbesar di dunia. Disepakati bahwa keanggotaan Indonesia akan dapat mendorong dialog serta meningkatkan pemahaman mengenai situasi pasar di Eropa terhadap para pemangku kepentingan di Indonesia dan sebaliknya. Ditegaskan komitmen EPOA untuk bekerja sama menanggulangi kampanye negatif terhadap produk minyak sawit.

EPOA sebagai organisasi jejaring bisnis kelapa sawit di Eropa selain Indonesia beranggotakan MVO (Dutch Fats and Oils Industry), Wilmar, Cargill, IOD Loders Crooklaan, Sime Darby, Unigra dan Malaysian Palm Oil Council (MPOC).