Indonesia Melakukan Penandatanganan Kerjasama Migas dengan Iran

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said memimpin delegasi Indonesia untuk melakukan pertemuan dengan Menteri Perminyakan Iran, Bejan N. Zanganeh beserta pejabat terkait untuk meningkatkan kerjasama dengan Iran.
 
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan penting antara PT Pertamina (Persero) dan National Iranian Oil Company (NIOC) yaitu penandatanganan kerjasama pasokan Liquified Petrolium Gas (LPG) dari Iran Ke Indonesia.
 
“Ini merupakan kunjungan kami yang ketiga kalinya ke Iran. Saya gembira, dari waktu ke waktu hubungan ekonomi dan bisnis antara Indonesia dan Iran semakin dekat dan meningkat. Hari ini (Senin, 30/05/2016) ada tonggak baru penandatanganan kerjasama pasokan LPG dari NIOC ke Pertamina”, ungkap Sudirman Said.
 
Sudirman Said menambahkan ada tiga poin penting yang perlu digarisbawahi dalam pertemuan bilateral antara Menteri ESDM Indonesia dan Menteri Perminyakan Iran.
 
Yang pertama adalah Indonesia mendorong agar bisa masuk ke industri hulu, dalam hal ini melakukan eksplorasi minyak di Iran, dan pihak Iran menyambut baik mengenai hal ini.
 
Kemudian yang kedua adalah Iran ingin belajar dari Indonesia mengenai cara pengelolaan Liquified Natural Gas (LNG) karena LNG di Iran masih dalam tahap pembangunan infrastruktur.
 
Dan yang ketiga yaitu Indonesia dan Iran telah sepakat untuk memperkuat kerjasama dalam kerangka Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).
 
Menteri Sudirman menjelaskan bahwa untuk jangka panjang, Iran akan melakukan investasi di Indonesia untuk pembangunan kilang atauRefinery.
 
Kerjasama pasokan LPG dari NIOC ke Pertamina disepakati sebesar 88.000 ton untuk tahun 2016 dan akan meningkat menjadi 500.000 ton pada tahun 2017.

Penandatanganan kerjasama pasokan LPG dengan Iran dilakukan satu minggu setelah penandatanganan kerjasama antara Saudi Aramco dengan Pertaminan melalui  penetapan kontrak Engineering and Project Management Services kepada Amec Foster Wheeler Energy Limited dalam pengembangan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Cilacap pada hari Senin, 23 Mei 2016 lalu.
 
Tehran, 13 Mei 2016