Wakil Menteri Pendidikan Iran Sambut Kunjungan Tim Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

9/28/2014

 

?

Tim BAN SM yang terdiri dari Soeharto, Ed.D., Prof. Dr. Neslon Pomalingo, M.Pd., Ja’far Amiruddin, ST, MT., dan Fathuri, SIP, MA.PP., lebih lanjut telah pula diterima oleh Staf Ahli Menteri Pendidikan sekaligus sebagai Ketua Dewan Pendidikan Nasional Iran, Dr. Navid Adhan. Dalam penjelasannya, Dr. Adhan menginformasikan bahwa sejak tiga tahun terakhir, Iran telah mengaplikasikan reformasi sistem pendidikan dan merumuskan pedoman sistem pendidikan untuk lima tahun kedepan.

 

Selain bertemu dengan pejabat pemerintah Iran, Tim juga bertemu dengan Direktur lembaga pendidikan “Nor Mobin”. Lembaga ini menangani kerjasama pendidikan dan kebudayaan dengan negara-negara lain dan berada dibawah Iran Culture Islamic Relation Organization (ICRO). Organisasi ini berada dibawah pengawasan langsung Supreme Leader (Ayatollah).

 

Iran seperti halnya negara lain, juga memiliki sekolah dasar dan menengah unggulan antara lain Sekolah Perempuan “Tazkieh” dan Sekolah Laki-Laki “Solaho”. Selain itu, Tim juga mengunjungi perguruan tinggi guru dan dosen “Shaheed Rejaee”. Tim mendapatkan penjelasan mengenai proses sistem penerimaan hingga penempatannya di sekolah/perguruan tinggi. Profesi guru/dosen ditempatkan pada golongan menengah keatas oleh pemerintah dan masyarakat Iran. Bahkan sepertiga dari anggota parlemen Iran adalah guru/dosen.

 

Pada hari terakhir, Tim berkesempatan mengunjungi Pusat Pengembangan Intelektual Anak dan Remaja serta melihat langsung proses pengembangan bakat serta kreatifitas mereka yang berasal dari seluruh lapisan masyarakat Iran. Pusat ini menetapkan sistem subsidi silang dimana sumber pendanaannya berasal dari masyarakat menengah keatas untuk membantu anak dan remaja yang berasal dari masyarakat miskin. Pusat ini juga siap melakukan kerjasama dengan Indonesia. Sebagai informasi, Pusat ini telah ada di Iran sejak 90 tahun lalu.

 

Kunjungan selama tiga hari tersebut telah memberikan pengalaman dan pengetahuan bagi Tim BAN SM dan diharapkan informasi yang diperoleh akan menjadi referensi Tim dalam menyusun dan menyempurnakan sistem pendidikan di Indonesia, demikian disampaikan Ketua Tim BAN SM, Soeharto, Ed.D., pada kesempatan pertemuan dengan Duta Besar RI, Dian Wirengjurit di KBRI Tehran.  Dubes RI mengharapkan adanya tindak lanjut konkrit dari BAN SM setelah menghadiri rangkaian pertemuan dimaksud.