Tindaklanjuti Memorandum Saling Pengertian, Menteri Ristek dan Dikti RI Lakukan Kunjungan Kerja ke Iran

2/26/2015

?

Setelah mendarat di bandara internasional Imam Khomeini (22/2) pagi, Menteri Mohamad Nasir yang didampingi Duta Besar RI untuk Iran, Dian Wirengjurit, langsung melakukan kunjungan kerja ke Pardish Technology Park (PTP) Iran. Dihadapan para ahli Riset dan Iptek Iran, Menteri Nasir paparkan 7 (tujuh) Program Utama Nasional dibidang Riset untuk periode 2005-2025, yaitu meliputi pertanian dan makanan; energy termasuk energi alternative dan terbarukan; kesehatan dan obat-obatan; informasi, komunikasi dan teknologi; transportasi termasuk pengembangan maritim dan kelautan; pertahanan dan keamanan; dan material maju termasuk nanoteknologi.

 

Menteri Nasir sampaikan pula keinginan Indonesia untuk membangun 100 taman teknologi (technology park) di seluruh Indonesia dalam periode 5 tahun kedepan. Tujuan pembangunan taman teknologi ini antara lain untuk meningkatkan koneksi antara kapabilitas universitas dan sumber daya dari satu sisi serta menghubungkan regional teknologi dan kapabilitas industry; dan menghubungkan penyedia teknologi, industri, pengguna teknologi dan penyandang dana melalui techno market structure. Untuk itu, Menteri harapkan dapat berkolaborasi dengan Iran untuk pembentukan taman teknologi tersebut. Diharapkan pula hal ini dapat dibahas lebih lanjut pada pertemuan komite bersama Indonesia-Iran di bidang riset dan teknologi mendatang.

 

PTP memberikan tanggapan positif dan akan membantu pembentukan taman teknologi di Indonesia. Untuk langkah awal disarankan dapat dilakukan pertukaran peneliti dan seminar yang menghadirkan para pakar kedua Negara.

 

Sore harinya, Menteri Nasir telah dinantikan kehadirannya oleh Menteri Sain, Riset dan Teknologi Iran, Mohammad Farhadi untuk lakukan pertemuan bilateral. Pertemuan membahas rencana kerjasama pembentukan taman teknologi di Indonesia dan kerjasama dibidang ristek lainnya. Pemerintah Iran akan menindaklanjuti keinginan Indonesia tersebut dengan menunjuk salah satu ahli dibidang iptek untuk segera menyusun proposal terkait program riset bersama dan saling kunjung antar akademisi kedua Negara.

 

Dihadapan Menteri Farhadi dan para pakar teknologi Iran, Menteri Nasir menyampaikan program utama Indonesia dibidang riset dan menginformasikan mengenai restrukturisasi kementerian yang dipimpinnya serta perkembangan sistem dan metode pendidikan pada universitas-universitas di Indonesia baik swasta maupun negeri. Disampaikan pula kesiapan universitas di Indonesia untuk bekerjasama dibidang sain dan ristek dengan universitas di Iran.

 

Terkait kerjasama antara universitas, Menteri Farhadi menunjuk langsung wakil dari beberapa universitas di Iran yang hadir pada pertemuan tersebut untuk menindaklanjuti rencana kerjasama dimaksud. Meminta perhatian pemangku kepentingan kedua Negara untuk segera membentuk komite bersama guna membahas berbagai kerjasama ristek yang telah dibahas pada pertemuan ini.

 

Meskipun terlihat lelah, Menteri Nasir dan delegasi RI tidak hentinya terus berdiskusi dan menjelaskan perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia dan kondisi saat ini di tanah air kepada mahasiswa dan masyarakat Indonesia pada acara tatap muka dan silaturahmi yang dilaksanakan di Wisma Duta.

 

Hari berikutnya (23/2), Menteri Nasir dan delegasi RI yang terdiri dari 2 (orang) pejabat Kementerian Ristek dan Dikti serta didampingi staf KBRI Tehran menghadiri NAM Ministerial Conference on Science, Technology and Innovation. Pertemuan diawali dengan pertemuan tingkat pejabat senior pada tanggal 22 Februari 2015. Dalam paparannya, Menteri Nasir antara lain sampaikan bahwa Indonesia mengharapkan adanya peningkatan kerjasama kebutuhan dasar antar Negara non-blok seperti makanan, kesehatan dan energi. “Namun tidak menutup kemungkinan untuk bekerjasama dibidang kemaritiman dan kelautan”, demikian disampaikannya dihadapan para Menteri bidang ristek Negara non-blok.

 

Setelah sampaikan paparannya, TV Nasional Iran “Islamic Republic of Iran News Network” (IRINN) langsung menghampiri Menteri Nasir untuk lakukan wawancara langsung. Selain, IRINN, TV Turki dan beberapa media nasional Iran tidak mau ketinggalan mewawancarai Menteri Indonesia. Masih disela-sela pertemuan, beberapa universitas di Iran menghampiri Menteri Nasir untuk menyampaikan kesediaan bekerjasama dengan universitas-universitas di Indonesia. Mereka datang dengan membawa konsep proposal kerjasama.

 

Sore harinya Duta Besar RI dan staf KBRI Tehran mengantarkan Menteri dan delegasi Indonesia menuju bandara meninggalkan Tehran menuju Jakarta untuk kembali melanjutkan segudang aktifitas rutin di Indonesia.

 

Program kunjungan kerja Menteri Mohamad Nasir telah terlaksana dengan baik atas kerjasama dan koordinasi antara KBRI Tehran, Kemlu serta Kementerian Ristek dan Dikti Indonesia. Selama kunjungan kerja berlangsung, Dubes Dian dan staf KBRI senantiasa melekat pada Menteri Nasir dan delegasi Indonesia. Kunjungan kerja Menteri kali ini ke Iran merupakan kunjungan pertama Menteri pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo.

    

 

 

Tehran, 26 Februari 2015