Press Release Idul Adha 2014

10/7/2014

 

?

Gema takbir berkumandang di Musholla KBRI Tehran. Umat Islam dari 5 (lima) negeri yang ada di Tehran bertakbir bersama menyemarakkan pagi itu, 5 Oktober 2014.  Suasana semarak namun khidmat tersebut langsung menyergap para jamaah yang hadir setelah melewati jalanan di kota Tehran yang sunyi senyap.

 

“Hari Raya Idul Adha merupakan suatu contoh keikhlasan seorang hamba kepada Tuhannya. bagaimana nabi Ibrahim rela untuk mengorbankan putera kesayangan yang telah lama dinantikan kehadirannya karena perintah Tuhannya. Sebuah kepatuhan total demi mengharap ridho-Nya” Demikian disampaikan oleh Julian (Mahasiswa program S-3) selaku Khotib sholat Idul Adha.

 

“Nilai Qurban bukanlah dilihat dari besar kecilnya hewan qurban, tetapi keikhlasan dari yang melaksanakannya” Lanjut Khotib. Dicontohkan pula bagaimana Allah mengambil qurban yang diberikan oleh Habil karena diberikan dengan ikhlas, dan tertolaknya qurban Qobil yang mempunyai pamrih dalam berqurban.

 

Rangkaian Sholat Idul Adha dihadiri oleh segenap masyarakat Indonesia yang ada di Tehran dan beberapa masyarakat negara lain, seperti Pakistan, Turki, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Seluruh peserta melaksanakan ibadah dengan penuh khidmat dan khusyu.

 

Setelah rangkaian ibadah selesai, seluruh jamaah yang hadir saling bersalaman dan beramah tamah sambil menikmati berbagai hidangan khas Indonesia, seperti gulai kambing, ayam cabe hijau, martabak, es cendol, serta ragam hidangan khas lainnya.

 

Acara ramah tamah yang dilakukan dengan lesehan di Musholla KBRI Tehran berlangsung hangat dan akrab. Para jamaah saling berbaur dan saling berdiskusi tentang berbagai hal. Ada yang membahas pelaksanaan Sholat Ied di masing-masing daerahnya, gonjang-ganjing politik di DPR, demo FPI di Jakarta, fenomena ISIS, hingga trend batu akik yang sedang melanda di tanah air.

 

Selain berbagai hikmah terkait dengan semangat berkorban dan keikhlasan, Idul Adha juga merupakan sebuah momen dimana semangat kebersamaan juga terbina di antara warga masyarakat Indonesia yang ada di Tehran.