Pertemuan Tingkat Menteri Pertama negara-negara D8 bidang Kerjasama Industri

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Tanggal 28 Februari-2 Maret 2010 di Tehran, Kementerian Perindustrian dan Pertambangan Iran telah menyelenggarakan  the First D-8 Ministerial Meeting on Industry yang dihadiri delegasi negara-negara anggota D-8 termasuk Indonesia. Delri terdiri dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Luar Negeri, KBRI Tehran serta sektor swasta  yaitu Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

 

Pertemuan Tingkat Menteri sebelumnya didahului the 5th Meeting of D-8 Working Group on Industrial Cooperation (WGIC) yang menindaklanjuti kesepakatan WGIC ke-4 di Bali mengenai pembentukan 11 task force (bidang automotive, energy, power sector and conservation, food production through mechanization, cooperation/transfer of technology, petrochemicals and fertilizer, cement, steel, textile, standardization and intellectual property rights, SMEs  dan electronics and IT).

 

Di tingkat Working Group, Delri yang dipimpin Kepala Pusat Administrasi Kerjasama Internasional, Kemenperin RI, berpartisipasi dalam 7 task force kecuali food production through mechanization, cement dan standardization and IPR, dalam hal ini Indonesia menjadi sebagai koordinator sektor automotive, petrochemical and fertilizer, textile dan SMEs.

 

Sebagai prime mover kerjasama industri D-8, Delri melaporkan aktivitas WGIC tahun 2008–2010. Selain itu Delri juga menyampaikan pokok-pokok Pertemuan WGIC ke-4 di Bali dan term of reference bidang automotive, petrochemical and fertilizer, textile dan SMEs. Sebagai acuan kerjasama industri D-8, Indonesia mengusulkan penyusunan action plan dapat dilakukan berdasarkan ruang lingkup masing-masing task force, namun karena keterbatasan waktu disepakati pembahasan akan dilakukan dalam pertemuan berikutnya.

 

Pertemuan Tingkat Menteri dipimpin Menteri Perindustrian dan Pertambangan Iran, Ali Akbar Mehrabian, dan dihadiri delegasi-delegasi yang diketuai Menteri, Wakil Menteri serta Duta Besar. Delri dipimpin oleh Wakil Menteri Perindustrian RI, Alex R. Retraubun, didampingi Duta Besar RI, Iwan Wiranataatmadja.

 

Dalam pertemuan, dibahas krisis keuangan global yang mempengaruhi pertumbuhan  sektor industri negara-negara anggota. Negara-negara D-8 dengan total populasi 1 milyar dan sumber daya alam yang melimpah juga merasakan perlunya kerjasama sektor industri dengan memanfaatkan potensi yang ada, antara lain melalui kerjasama joint investment.

 

Delri antara lain mengusulkan strategi pengembangan kerjasama industri melalui peningkatan kapasitas D-8 untuk memenuhi kebutuhan dasar, meningkatkan competitiveness dan kesejahteraan, memperkuat basis industri manufaktur serta meningkatkan peranan UKM dalam perekonomian negara-negara anggota D-8.

 

Dalam Pertemuan Tingkat Menteri diadopsi Tehran Declaration on D-8 Industrial Cooperation yang menegaskan bahwa implementasi rencana kerjasama industri D-8 akan dilakukan melalui transfer teknologi, pelatihan, konsultasi dan pertukaran pengalaman bidang industri.  Untuk itu, disepakati 4 strategi pencapaian tujuan D-8 bidang kerjasama industri yaitu pengembangan industri, perluasan pasar, perluasan sumber-sumber pembiayaan dan strategi kerjasama teknologi dan industri.

 

Selain itu juga disepakati bahwa Pertemuan Tingkat Menteri akan diadakan secara regular dengan interval tidak lebih dari dua tahun, di mana pertemuan berikutnya diadakan di Turki tahun 2011 dengan didahului pertemuan WGIC ke-6. Delegasi Nigeria juga menginformasikan rencana pelaksanaan KTT D-8 ke-6 di Nigeria bulan Juli 2010.

 

Di sela-sela pelaksanaan the First D-8 Ministerial Meeting on Industry sejumlah anggota Delri berkesempatan melakukan pertemuan dengan counter part-nya dengan fasilitasi KBRI Tehran serta mengunjungi pusat industri Iran seperti pabrik Iran Khodro dan Pardis Technological Park.

 

Gallery