Diplomasi Ekonomi: Mengintip Potensi Ekonomi Wilayah Perbatasan Kalimantan Timur dan Sabah

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Konsulat RI Tawau pada tanggal 2-3 Oktober 2012, telah menyelenggarakan acara business forum: Profiling Economic Opportunities in East Kalimantan dan East Kalimantan Fair di Tawau. Acara ini turut mengundang para stakeholders dari pemerintah daerah di Kalimantan Timur termasuk diantaranya: Pemprov Kalimantan Timur, Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Pemerintah Kota dan Muspida Tarakan serta Kabupaten Nunukan. Selain itu, beberapa asosiasi pengusaha seperti KADIN Tarakan, KADIN Nunukan serta HIPMI Tarakan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Di pihak Malaysia turut hadir perwakilan dari forum BIMP-EAGA Business Council, Dewan Perniagaan Bumiputera dan Tiong Hwa, Tawau Business Council, Tawau Indian Business Chamber, para pengusaha perseorangan serta instansi pemerintah Malaysia terkait seperti Kastam Diraja Malaysia Cabang Tawau (Bea Cukai Tawau).

Konsul RI Tawau pada acara pembukaan menyampaikan bahwa forum bertujuan untuk membentuk kepentingan bersama antara Indonesia dan Malaysia dimana diperlukan penyeimbangan kegiatan ekonomi antara kedua negara di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Hal ini diupayakan melalui berbagai usaha promosi potensi ekonomi wilayah perbatasan Indonesia, penyebaran informasi peraturan terkait maupun peningkatan hubungan people-to-people contact dan business-to-business contact antara Sabah, Tawau khususnya dengan wilayah perbatasan Kalimantan Timur, seperti Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan sehingga kedua negara dan wilayah tersebut dapat saling memberikan manfaat.

Wakil Menteri Keuangan Sabah, Datuk Tawfiq Abubakar Titingan, yang turut hadir sebagai keynote speaker mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Konsulat RI Tawau dalam memprakarsai forum dimaksud dimana jalinan hubungan antara Kalimantan Timur dan Sabah yang telah terjalin sejak ratusan tahun lalu memang perlu ditingkat lagi. Jumlah 7 (tujuh) juta penduduk Kalimantan Timur dan Sabah tentunya merupakan potensi untuk dapat meningkatkan hubungan perdagangan bilateral antara kedua negara dan daerah. Selain itu, Tawfiq menyampaikan 7 (tujuh) faktor utama yang harus dipertimbangkan agar hubungan perdagangan kedua negara dapat ditingkatan yaitu geo-political situation, basic infrastructure, raw materials, human capital, good governance, investment incentives, and strong networking.

Walikota Tarakan hadir sebagai stakeholder dari pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan forum yang dilaksanakan oleh Konsulat RI Tawau dan menghimbau para pengusaha di kedua daerah perbatasan, khususnya Tawau dan Tarakan untuk dapat mengambil peluang sebanyak mungkin. Walikota juga mengharapkan agar kerjasama yang akan dihasilkan dari pertemuan ini dapat mewujudkan lebih banyak peluang ekonomi untuk generasi muda di masa yang akan datang. Walikota Tarakan juga mengharapkan kiranya terwujud satu pelabuhan internasional di Kota Tarakan dalam rangka mendukung ekspor nasional.

Forum bisnis ini terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan diantaranya Panel Discussions; East Kalimantan Fair yang menampilkan produk-produk pertanian, aquaculture (rumput laut dan kepiting soka), perikanan, multimedia, paket-paket wisata dan produk UKM; Kunjungan Balasan HIPMI Tarakan kepada Perhimpunan Usahawan Belia Tawau (PUBT) serta Kunjungan ke Palm Oil Industrial Cluster (POIC) Lahad Datu. (TPID Konsulat RI Tawau Oktober 2012)